Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Harapan akan keadilan kembali menggema dari Jalan Trans Nabire–Ilaga. Keluarga korban tabrak lari di depan JNE Karang Tumaritis mendesak pelaku segera muncul dan bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa Yoel Emampa pada 17 April 2026.
Kecelakaan lalu lintas itu terjadi saat korban menyeberang jalan di sekitar Kios Panjang, tepat di area depan JNE Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire.
Hingga kini, pelaku tabrak lari belum diketahui keberadaannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak keluarga menegaskan bahwa mereka tidak mencari konflik ataupun aksi balas dendam.
Sebaliknya, keluarga berharap pelaku menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan serta menghormati adat yang berlaku di Papua Tengah.
“Kami hanya meminta pelaku hadir dan bertanggung jawab secara baik-baik agar persoalan ini selesai dengan damai,” ujar perwakilan keluarga korban.
Selain itu, keluarga korban bersama Suku Auye menyampaikan ultimatum adat. Mereka menyatakan akan menutup total Jalan Trans Nabire–Ilaga di KM 141 Siriwo apabila pelaku tidak segera ditemukan ataupun tidak menunjukkan tanggung jawab.
Langkah tersebut, menurut keluarga, bertujuan agar pemerintah daerah dan aparat terkait memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut.
Mereka juga meminta kepolisian membantu mengungkap kronologi kecelakaan di lokasi kejadian.
Keluarga korban berharap penyelesaian kasus ini tetap mengedepankan nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap adat istiadat, dan penegakan hukum yang berlaku. (*)












