Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Halaman Mapolres Nabire, Jumat (31/7/2026) siang, dipenuhi ratusan orang. Di antara mereka tampak perempuan, laki-laki, hingga anak-anak yang datang dengan satu tujuan yang sama: mencari kepastian atas meninggalnya seorang perempuan yang ditemukan tak bernyawa di Jalan Poros Waroki, Kelurahan Waroki, Distrik Nabire Barat.
Mereka bukan sekadar berkumpul. Mereka adalah keluarga, kerabat, dan orang-orang yang merasa kehilangan. Wajah-wajah penuh duka bercampur harapan terlihat saat mereka menunggu penjelasan dari aparat kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
Bagi keluarga, kehadiran mereka di Mapolres Nabire bukan untuk menciptakan ketegangan. Mereka ingin memastikan bahwa proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan kasus yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka diusut hingga tuntas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hanya ingin keadilan,” menjadi harapan yang terus disampaikan keluarga kepada aparat penegak hukum.
Selain meminta kepastian hukum, keluarga juga mempertanyakan perkembangan penanganan terhadap terduga pelaku yang sebelumnya telah diamankan polisi.
Mereka berharap penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan tanpa membedakan siapa pun yang terlibat.
Peristiwa ini bermula pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 20.30 WIT ketika warga digegerkan dengan penemuan jenazah seorang perempuan di Jalan Poros Waroki, Kelurahan Waroki, Distrik Nabire Barat.
Kabar tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai grup percakapan WhatsApp hingga menarik perhatian masyarakat luas.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaus berwarna ungu dan celana abu-abu. Korban mengalami luka serius pada bagian wajah serta luka bakar sehingga identitasnya sempat sulit dikenali.
Dalam olah tempat kejadian perkara, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, antara lain sepasang sandal berwarna krem, satu sandal kiri berwarna hitam, sepotong kayu, serta satu botol air mineral berkapasitas satu liter yang mengeluarkan aroma menyerupai minyak tanah.
Polisi juga telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial A yang masih berstatus anak di bawah umur.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk mengungkap fakta secara utuh sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Bagi keluarga korban, proses hukum bukan sekadar mencari siapa yang bertanggung jawab.
Lebih dari itu, mereka berharap penegakan hukum mampu menghadirkan rasa keadilan sekaligus memberikan kepastian atas peristiwa yang meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekat korban.
Kini, perhatian masyarakat tertuju pada kelanjutan penyidikan. Keluarga berharap setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara terbuka, profesional, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan sehingga seluruh fakta dapat terungkap secara terang di hadapan hukum. (*)












