Program Bangkit Papua Tengah, Gubernur Minta Sekber Turun ke Lapangan

- Admin

Selasa, 22 September 2026 - 23:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Papua Tengah dr. Silwanus Sumule membacakan sambutan Gubernur Meki Nawipa saat membuka Workshop Program Bangkit di Nabire, Selasa (22/9/2026). Dok_FNM

Sekda Papua Tengah dr. Silwanus Sumule membacakan sambutan Gubernur Meki Nawipa saat membuka Workshop Program Bangkit di Nabire, Selasa (22/9/2026). Dok_FNM

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa meminta pelaksanaan Program Bangkit Papua Tengah 2026 memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Ia juga meminta pembagian tugas diperjelas dan akurasi data penerima manfaat ditingkatkan agar program tepat sasaran.

Meki menyampaikan arahan itu melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K), MH.Kes., saat membuka Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat Bersama (Sekber) Provinsi dan Empat Kabupaten Program Bangkit Papua Tengah 2026 di Aula RRI Nabire, Selasa (22/9/2026).

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah menggelar workshop selama dua hari, 22–23 September 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini melibatkan Sekber dari Dogiyai, Intan Jaya, Paniai, dan Puncak Jaya serta menghadirkan SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) sebagai narasumber.

Minta Sekber Perjelas Pembagian Tugas

Meki menegaskan Program Bangkit, atau Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh, harus menjadi kerja bersama pemerintah provinsi dan kabupaten.

Menurut dia, program tersebut tidak boleh dijalankan secara sektoral. Seluruh pihak perlu menggunakan sasaran dan basis data yang sama agar intervensi pemerintah saling terhubung.

“Program Bangkit harus menjadi kerja bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dengan satu tujuan, satu sasaran yang jelas, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta pembagian peran yang tegas,” kata Meki.

Karena itu, ia meminta Sekber Program Bangkit di tingkat provinsi dan kabupaten memperjelas struktur, tugas, penanggung jawab, serta mekanisme koordinasi.

Sekber juga diminta menjalankan fungsi koordinasi secara aktif, bukan hanya saat pemerintah menggelar kegiatan.

“Setiap anggota Sekber harus mengetahui tugasnya, data yang harus disiapkan, pihak yang harus diajak berkoordinasi, dan waktu penyelesaian pekerjaan,” ujarnya.

Meki meminta Sekber provinsi dan kabupaten aktif memantau kondisi masyarakat di lapangan. Menurut dia, pemantauan melalui sistem atau dasbor saja tidak cukup.

Pemerintah perlu melihat langsung kondisi masyarakat dan mendengar persoalan yang dihadapi pemerintah kabupaten.

“Sekber provinsi harus mampu turun ke lapangan, melihat kondisi nyata. Kita harus mendengar kondisi dan persoalan yang dihadapi kabupaten,” katanya.

Pemantauan langsung diharapkan memberikan gambaran utuh mengenai kebutuhan masyarakat sehingga intervensi program dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Tekankan Validasi Data Penerima Manfaat

Meki juga menyoroti pentingnya validasi data penerima manfaat. Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan data program memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  48 Tahun Abdul Rahim Misiro: Menyusuri Perjalanan, Syukur, dan Harapan Baru

Ia menyebut Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah mengidentifikasi sekitar 1,06 juta penduduk secara by name by address. Namun, pemerintah masih perlu mendata sekitar 300 ribu hingga 400 ribu penduduk untuk meningkatkan akurasi data.

“Kalau kita sudah punya data seperti begini, harusnya setiap dukungan, setiap bantuan, setiap program kegiatan itu sudah tepat. Kenapa? By name, by address,” tegasnya.

Meki meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, BP3AKB, serta perangkat daerah terkait menyatukan pengelolaan data.

Menurut dia, langkah itu penting agar seluruh perangkat daerah memiliki informasi yang sama mengenai kondisi setiap keluarga dan tidak menjalankan intervensi berdasarkan data yang berbeda.

Meki meminta empat kabupaten sasaran Program Bangkit menjadi lokasi awal untuk mengidentifikasi kekurangan dalam pengelolaan data dan pelaksanaan program.

Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi bahan perbaikan sebelum Program Bangkit diperluas ke delapan kabupaten pada tahun berikutnya.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah menghilangkan ego sektoral dalam menjalankan program.

“Jangan melihat Program Bangkit sebagai program satu OPD. Bapak-Ibu, ini bukan programnya Bapak Eliezer Yogi. Ini program kita,” tegasnya.

Menurut Meki, masyarakat tidak membutuhkan informasi mengenai perangkat daerah yang menjalankan program. Masyarakat membutuhkan pelayanan pemerintah yang hadir dan memberikan manfaat secara langsung.

Karena itu, perangkat daerah perlu menggabungkan intervensi ketika persoalan masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, pendidikan, sosial, kependudukan, pemberdayaan perempuan, pangan, ekonomi, dan sektor lainnya.

Meki meminta pemerintah mengubah pola monitoring dan evaluasi Program Bangkit. Evaluasi tidak cukup hanya mengukur jumlah kegiatan atau serapan anggaran, tetapi juga harus melihat perubahan dalam kehidupan masyarakat setelah program berjalan.

Ia meminta workshop menghasilkan rencana tindak lanjut yang konkret. Rencana itu harus memuat pembagian tugas dan tanggung jawab, data serta sasaran penerima manfaat, mekanisme koordinasi, jadwal kerja, target penyelesaian, serta mekanisme monitoring dan pelaporan.

Meki menyampaikan rencana kunjungan bersama Wakil Gubernur Papua Tengah ke sejumlah kabupaten dalam waktu dekat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi memantau langsung pelaksanaan berbagai program prioritas, termasuk Program Bangkit Papua Tengah.

Hasil workshop diharapkan tidak berhenti pada penyamaan pemahaman, tetapi berlanjut pada koordinasi, pembagian tugas, penguatan data, dan pelaksanaan program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)

Penulis : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Retribusi Sampah CFD Nabire Dipersoalkan, UMKM Minta Bayar Saat Jualan
Potensi Laut Papua Tengah Dipetakan Lewat SIBAPATENGA
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Senin, 28 September 2026 - 17:40 WIT

Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang

Senin, 28 September 2026 - 17:21 WIT

DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT