Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memperkuat kapasitas Sekretariat Bersama (Sekber) Program Bangkit Papua Tengah di tingkat provinsi dan empat kabupaten.
Bapperida menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat Bersama Provinsi dan Empat Kabupaten di Aula RRI Nabire, Selasa (22/9/2026). Kegiatan berlangsung selama dua hari, 22–23 September 2026, dan diikuti Sekber dari Kabupaten Dogiyai, Intan Jaya, Paniai, serta Puncak Jaya.
Workshop tersebut menghadirkan SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) sebagai salah satu narasumber.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K), MH.Kes., membuka kegiatan tersebut mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa.
Kepala Bapperida Papua Tengah Eliezer Yogi mengatakan Program Bangkit Papua Tengah membutuhkan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan organisasi perangkat daerah lintas sektor.
Program Bangkit, atau Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh, merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Menurut Eliezer, Sekber berperan dalam memastikan program berjalan secara terkoordinasi, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
“Sekretariat bersama ini diharapkan tidak hanya berfungsi secara administratif, tetapi mampu menghubungkan proses perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan data penerima manfaat, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Bangkit Papua Tengah di lapangan,” kata Eliezer.
Ia mengatakan workshop tersebut juga membahas struktur dan tata kelola Sekber, termasuk pembagian tugas antara Sekber tingkat provinsi dan kabupaten.
“Kita ingin memperjelas pembagian tugas dan peran Sekber sehingga koordinasi lintas sektor dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Fokus pada Data Penerima Manfaat
Selain tata kelola kelembagaan, workshop membahas pengelolaan data penerima manfaat.
Peserta mempelajari proses pengelolaan, verifikasi, dan validasi data. Menurut Bapperida, penguatan data diperlukan agar Program Bangkit menjangkau penerima manfaat sesuai sasaran.
Materi lain mencakup monitoring, pendampingan, pengawasan, pelaporan, serta mekanisme pengaduan dalam pelaksanaan program.
Peserta berasal dari Sekber tingkat provinsi dan empat kabupaten yang menjadi lokasi percontohan Program Bangkit Papua Tengah.
Sejumlah organisasi perangkat daerah tingkat provinsi turut mengikuti kegiatan tersebut, antara lain Bapperida, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan dan KB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Selain itu, kegiatan diikuti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Dinas Komunikasi dan Informatika, BPKAD, Biro Pemerintahan dan Otsus, serta Biro Hukum.
Peserta Susun Rencana Kerja Sekber
Pada hari pertama, peserta membahas kebijakan dan kelembagaan Sekber. Materi meliputi arah Program Bangkit Papua Tengah, tata kelola, struktur dan fungsi Sekber, pembagian peran provinsi dan kabupaten, mekanisme pelaksanaan program, serta pengelolaan dan verifikasi-validasi data.
Peserta juga membahas koordinasi antara organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan Program Bangkit.
Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik monitoring dan pendampingan, pengawasan program, dokumentasi, mekanisme pengaduan, serta simulasi verifikasi dan validasi data.
Peserta kemudian mengidentifikasi risiko pelaksanaan program dan membahas strategi penanganannya.
Bapperida memfasilitasi penyusunan rencana kerja Sekber. Peserta mempresentasikan hasil penyusunan tersebut untuk memperoleh masukan dan menyepakati rencana tindak lanjut antara Sekber provinsi dan kabupaten.
Eliezer Tekankan Tindak Lanjut
Eliezer berharap workshop menghasilkan pembagian tugas yang lebih jelas, koordinasi lintas sektor yang lebih efektif, serta peningkatan kualitas pengelolaan data penerima manfaat.
“Kita berharap ada mekanisme monitoring, evaluasi, dan pelaporan yang bisa dilaksanakan bersama. Kita juga ingin setiap kendala dan risiko yang ditemukan memiliki langkah penyelesaian yang jelas,” katanya.
Ia menegaskan keberhasilan workshop tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan kegiatan selama dua hari. Menurutnya, tindak lanjut Sekber setelah workshop menjadi bagian penting untuk memastikan hasil kegiatan diterapkan.
“Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan setelah workshop ini,” ujar Eliezer.
Workshop tersebut menjadi forum untuk menyamakan pemahaman, memperjelas pembagian tugas, memperkuat koordinasi, dan menyepakati langkah pelaksanaan Program Bangkit Papua Tengah.
“Program Bangkit Papua Tengah merupakan salah satu program prioritas Gubernur Papua Tengah. Karena itu, dua hari ini harus kita manfaatkan untuk menyamakan pemahaman, memperkuat koordinasi, dan menghasilkan rencana tindak lanjut yang bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (*)
Penulis : Red













