Korwil BGN Nabire Klarifikasi Dugaan Keracunan MBG di Kampung Lani, Tujuh Siswa dan Guru Dirawat

- Admin

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, memberikan klarifikasi terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa dan guru setelah menerima makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Lani.

Marsel menyampaikan bahwa gejala yang muncul mulai terpantau sejak Rabu (11/03/2026) setelah beberapa siswa dan guru mengeluhkan kondisi kesehatan seperti diare, muntah, dan pusing.

“Dari hasil pengamatan awal, gejala yang dialami hampir sama, yaitu diare, muntah, dan pusing. Namun kejadian ini hanya terjadi di tiga sekolah dari total 17 sekolah yang dilayani dapur MBG,” ujar Marsel saat memberikan keterangan kepada awak media di Nabire.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, dapur MBG di wilayah tersebut melayani sekitar 17 sekolah dengan total penerima manfaat sekitar 1.892 orang, terdiri dari siswa dan guru.

Marsel menjelaskan bahwa pada awalnya para guru tidak langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak BGN. Mereka memilih berkonsultasi secara internal karena khawatir terjadi kesalahpahaman terhadap program MBG yang sedang berjalan.

“Para guru sebenarnya sudah merasakan gejala yang sama, tetapi mereka tidak langsung melapor. Mereka menjaga situasi agar tidak terjadi salah persepsi terhadap program MBG,” katanya.

Setelah menerima informasi dari lapangan, pihak BGN langsung melakukan koordinasi dengan tenaga medis untuk memastikan kondisi para siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan.

Berdasarkan keterangan dokter, pasien yang datang ke klinik menunjukkan gejala serupa, yakni diare, muntah, dan pusing. Namun tenaga medis belum dapat melakukan pemeriksaan laboratorium secara lengkap karena tenaga laboratorium sedang libur.

Sebagai langkah awal, dokter fokus melakukan penanganan agar pasien tidak mengalami dehidrasi akibat kehilangan cairan.

“Diagnosa sementara dari dokter adalah adanya kemungkinan bakteri yang memengaruhi daya tahan tubuh. Namun kondisi setiap orang berbeda, sehingga reaksi tubuh juga tidak sama,” jelas Marsel.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini terdapat tujuh orang yang menjalani perawatan, dengan rincian lima orang dirawat di Klinik Rehensa, satu orang di RSUD Nabire, dan satu orang di Klinik Gresli.

Kasus tersebut berasal dari tiga sekolah, yakni TK Grasia, SMP Negeri 7, dan SD Inpres Waharia.

Baca Juga:  Dari Daerah untuk Nasional, BKPSDM Siapkan SDM Unggul

Marsel juga mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab gangguan kesehatan kemungkinan berasal dari saus makanan, bukan dari makanan pokok seperti telur atau sayur.

“Dokter menyampaikan kemungkinan kontaminasi terjadi pada saus makanan. Karena itu ke depan kami akan mengevaluasi menu dan kemungkinan saus tidak lagi digunakan untuk menghindari risiko serupa,” ujarnya.

Selain itu, pihak BGN sebenarnya memiliki sistem pengawasan dengan menyimpan sampel makanan di dapur MBG untuk keperluan pemeriksaan jika terjadi kasus.

Namun dalam kejadian ini, laporan baru diterima setelah dua hari, sehingga masa penyimpanan sampel telah habis dan sampel makanan sudah diganti dengan menu baru sesuai prosedur.

Meski demikian, Marsel menegaskan bahwa pihak BGN tidak sedang mencari pihak yang harus disalahkan. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh pasien mendapatkan perawatan yang baik hingga sembuh.

“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Yang paling penting adalah memastikan semua pasien mendapatkan perawatan sampai pulih,” tegasnya.

Marsel juga menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pihak mitra dapur MBG sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para penerima manfaat program.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh dapur MBG di Kabupaten Nabire agar standar kebersihan dan keamanan makanan semakin diperketat.

“Kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh dapur MBG agar lebih memperhatikan higienitas makanan dan pengawasan proses penyajian,” ujarnya.

Marsel juga mengapresiasi peran media yang selama ini aktif mengawal pelaksanaan program MBG di Nabire.

Menurutnya, pengawasan publik melalui media sangat membantu pemerintah dalam melakukan evaluasi serta mempercepat penanganan setiap persoalan yang muncul di lapangan.

Sebagai informasi, pelayanan MBG untuk sementara akan libur hingga 31 Maret 2026 dalam rangka penyesuaian program selama Ramadan. Selama masa tersebut, siswa akan menerima paket makanan kering untuk dibawa pulang.

Pihak BGN memastikan bahwa setelah masa libur berakhir, pelayanan MBG akan kembali berjalan dengan sistem pengawasan yang lebih ketat guna menjamin keamanan dan kualitas makanan bagi para penerima manfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.
Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah
Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah
dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire
AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra
Dr. Soedeson Tandra Gelar Sejumlah Pertemuan Strategis di Nabire
Polres Nabire kerahkan 700 Personel jelang Aksi “Tragedi Dogiyai Berdarah” dari IPMADO Nabire 
Ultimatum Adat Warnai Kasus Tabrak Lari di Jalan Nabire–Ilaga
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01 WIT

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.

Senin, 11 Mei 2026 - 15:25 WIT

Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:52 WIT

Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:06 WIT

dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire

Senin, 11 Mei 2026 - 10:32 WIT

AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra

Berita Terbaru