Tragedi di Nabire: Anak 7 Tahun Meninggal, Ibu Kritis Diduga Percobaan Bunuh Diri

- Admin

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Aparat dari Polres Nabire mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dugaan percobaan bunuh diri yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia dan ibunya dalam kondisi kritis di Jalan Malompo, Kelurahan Nabarua, Kabupaten Nabire, Sabtu (14/3/2026) malam.

Petugas piket Regu IV Sat Reskrim bersama Unit Identifikasi tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIT setelah menerima laporan dari masyarakat. Setibanya di lokasi, polisi langsung mengamankan area rumah korban dan melakukan olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti serta keterangan para saksi.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Nada Listriana Marei (7), sementara ibunya Putri Esterlina Marei (27) ditemukan dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri. Keduanya ditemukan di dalam kamar rumah mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa ini pertama kali terungkap ketika seorang keponakan korban, Yustin Rumkorem (16), merasa curiga karena pesan yang dikirim kepada Putri melalui WhatsApp sejak pagi tidak mendapat balasan. Merasa ada yang tidak beres, ia bersama adiknya mendatangi rumah korban sekitar pukul 19.00 WIT.

Saat tiba di rumah tersebut, mereka mendapati kondisi rumah dalam keadaan gelap. Hanya lampu teras dan pendingin ruangan di kamar yang masih menyala. Selain itu, tercium bau tidak sedap dari dalam rumah.

Mereka kemudian mencoba mengetuk pintu dan jendela sambil memanggil nama korban. Dari dalam kamar terdengar ketukan balasan di jendela, namun pintu tidak kunjung dibuka. Karena khawatir, mereka memanggil beberapa keluarga untuk bersama-sama memeriksa kondisi di dalam rumah.

Tidak lama kemudian, paman korban, Alfius Rumkorem, datang dan membuka pintu rumah melalui jendela depan yang tidak terkunci. Setelah lampu rumah dinyalakan, ia melihat bercak darah di dalam rumah yang mengarah ke kamar.

Baca Juga:  Kontak Tembak di Kampung Pepaya, TPNPB Sampaikan Pernyataan Resmi

Ketika pintu kamar dibuka, keduanya ditemukan terbaring berdampingan di atas tempat tidur. Sang anak sudah tidak bernyawa, sementara Putri masih bergerak dan mengalami kejang-kejang.

Alfius kemudian segera mengangkat korban keluar rumah dan menghentikan kendaraan yang melintas untuk membawa Putri ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis.

Dalam proses penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang tersebut di antaranya tiga buah pisau, dua gunting, satu ulekan cabai, beberapa botol cairan pembersih lantai, racun tikus yang telah terpakai, insektisida, serta secarik surat yang diduga merupakan pesan terakhir korban.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam serta beberapa barang pribadi lain yang ditemukan di dalam kamar korban.

Kakek korban, Petrus Samuel Marei, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian Putri sempat menghadapi tekanan ekonomi. Ia pernah datang meminta bantuan dana sekitar Rp200 juta untuk membuka usaha pom mini, namun keluarga tidak dapat memenuhinya. Menurutnya, korban juga mengalami tekanan terkait persoalan keuangan tersebut.

Saat ini polisi masih mendalami motif kejadian dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu kondisi korban ibu membaik agar dapat dimintai keterangan.

Jenazah korban anak rencananya akan dibawa ke rumah keluarga di Kampung Kimi untuk dimakamkan, sementara sang ibu masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.
Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah
Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah
dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire
AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra
Dr. Soedeson Tandra Gelar Sejumlah Pertemuan Strategis di Nabire
Polres Nabire kerahkan 700 Personel jelang Aksi “Tragedi Dogiyai Berdarah” dari IPMADO Nabire 
Ultimatum Adat Warnai Kasus Tabrak Lari di Jalan Nabire–Ilaga
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01 WIT

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.

Senin, 11 Mei 2026 - 15:25 WIT

Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:52 WIT

Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:06 WIT

dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire

Senin, 11 Mei 2026 - 10:32 WIT

AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra

Berita Terbaru