Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Menjelang arus mudik Lebaran, Kapolda Papua Tengah Kombes Pol. Jeremias Rontini, S.I.K.,M.Si mengimbau masyarakat yang menggunakan transportasi laut di Pelabuhan Samabusa agar tetap tertib saat proses naik dan turun kapal.
Imbauan tersebut disampaikan Kapolda saat mengunjungi pos pengamanan pelabuhan pada Senin (16/3/2026). Dalam kunjungannya, ia memantau langsung aktivitas penumpang sekaligus memastikan kesiapan personel pengamanan di kawasan pelabuhan.
Menurutnya, pelabuhan tersebut menjadi salah satu jalur transportasi penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah, terutama menjelang perayaan Idul Fitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain melayani kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), pelabuhan itu juga menjadi titik keberangkatan berbagai kapal cepat yang melayani rute antarkabupaten di wilayah Papua Tengah.
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, aktivitas penumpang di pelabuhan saat ini cukup tinggi.
Bahkan, kapal cepat yang melayani rute menuju Serui dan Waropen dapat mengangkut ratusan penumpang dalam satu perjalanan.
“Barusan saja kapal cepat berangkat dengan sekitar seratus penumpang naik dan seratus penumpang turun untuk rute Serui dan Waropen,” ujar Jermias Rontini.
Namun demikian, Kapolda menegaskan bahwa proses naik turun penumpang harus tetap mengikuti aturan yang berlaku, terutama terkait penggunaan tiket atau karcis resmi.
Karena itu, ia meminta seluruh calon penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan agar proses pelayanan di pelabuhan berjalan lancar.
Selain melakukan pengawasan arus penumpang, pihak kepolisian juga menyiapkan program Mudik Gratis Keluarga Bahagia bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
Melalui program tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasakan kemudahan akses transportasi sekaligus menikmati perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Di sisi lain, Kapolda juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di lapangan agar mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikatif kepada masyarakat.
Menurutnya, kehadiran aparat bukan semata-mata untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan tenang dan merasa dilayani dengan baik.
“Yang penting semuanya tertib dan masyarakat yang mudik bisa bahagia bertemu keluarga di kampung halaman,” tutupnya. (*)












