Sinergi Penegakan Hukum dan Humanisme, Satgas Cartenz Perkuat Stabilitas Papua

- Admin

Senin, 23 Maret 2026 - 15:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Dukungan terhadap kinerja Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terus mengalir dari berbagai kalangan.

Akademisi sekaligus tokoh agama, Dr. Alfius Aninam, menegaskan dukungannya terhadap langkah tegas aparat dalam penegakan hukum, termasuk pengungkapan kasus peredaran senjata api di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Kami mendukung penuh langkah tegas aparat dalam menindak pelaku kejahatan. Ini penting untuk menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, upaya menjaga stabilitas tidak hanya berfokus pada penegakan hukum. Di wilayah Kiwirok, Papua Pegunungan, pendekatan keamanan juga diarahkan untuk membangun kepercayaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa stabilitas memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kondisi aman.

“Tujuan kami memastikan masyarakat dapat hidup aman dan saling menjaga. Stabilitas juga tentang membangun kepercayaan dan memperkuat persaudaraan,” jelasnya.

Selain itu, pendekatan humanis terus diperkuat di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Puncak. Melalui patroli yang menyentuh langsung aktivitas masyarakat, aparat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi.

Baca Juga:  Bupati Nabire Tegaskan Penertiban Kendaraan Luar Daerah dan Distribusi BBM Bersubsidi

Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menilai bahwa patroli humanis menjadi langkah konkret dalam membangun hubungan yang lebih erat antara aparat dan masyarakat.

“Kami ingin kehadiran personel benar-benar dirasakan manfaatnya, baik dari sisi keamanan maupun dukungan terhadap ekonomi lokal,” katanya.

Di lapangan, respons masyarakat terlihat hangat. Aparat yang hadir tanpa sekat mampu menciptakan suasana yang lebih akrab dan nyaman, khususnya di pusat aktivitas seperti pasar.

Interaksi yang terbangun secara langsung dinilai efektif dalam memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Secara keseluruhan, pendekatan yang mengedepankan keseimbangan antara penegakan hukum dan sentuhan humanis menjadi kunci dalam menjaga stabilitas di Tanah Papua.

Upaya ini tidak hanya menciptakan rasa aman, tetapi juga membangun fondasi sosial yang kuat bagi kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Libatkan UMKM dan Masyaraka
Hoaks Bantuan Studi Akhir Beredar, Disdikbud Papua Tengah Beri Penjelasan
Pelajar Deiyai Tampilkan Mitos Koyeidaba dan Keindahan Alam pada Hari Ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar 2026
Tari “Api Membawa Berita” Sukses Hidupkan Warisan Leluhur Nabire di Tengah Hujan
Kreativitas Pelajar Nabire Bersinar Lewat Fashion Show Budaya Papua
Titis Sulistiowati: Kuliner Lokal Perkenalkan Kekayaan Nabire
Mimika Angkat Pesan Perdamaian Lewat Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Nabire Layani Warga Terdampak Malaria di Teluk Umar
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:34 WIT

HUT Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Libatkan UMKM dan Masyaraka

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIT

Hoaks Bantuan Studi Akhir Beredar, Disdikbud Papua Tengah Beri Penjelasan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:52 WIT

Pelajar Deiyai Tampilkan Mitos Koyeidaba dan Keindahan Alam pada Hari Ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:00 WIT

Tari “Api Membawa Berita” Sukses Hidupkan Warisan Leluhur Nabire di Tengah Hujan

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:06 WIT

Titis Sulistiowati: Kuliner Lokal Perkenalkan Kekayaan Nabire

Berita Terbaru