Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Momentum Ramadan dimanfaatkan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire untuk memperkuat evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kegiatan buka puasa bersama, seluruh pemangku kepentingan duduk bersama menyatukan langkah perbaikan layanan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe Emerald Nabire, Jumat (20/3/2026), dan dihadiri Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem bersama Dandim selaku pembina MBG, serta para kepala SPPG, mitra, ahli gizi, akuntan, dan tenaga pendukung lainnya.
Marsel menegaskan, pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Nabire.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami melakukan evaluasi besar setelah beberapa kendala pelayanan. Kami ingin memastikan saat operasional kembali pada 30 Maret 2026, semua berjalan lebih baik,” ujarnya.
Dalam suasana hangat buka puasa, diskusi berjalan terbuka dan konstruktif. Selanjutnya, seluruh pihak menyepakati sejumlah langkah perbaikan, terutama dalam sistem distribusi makanan.
Tim langsung menyeragamkan jadwal pelayanan. Mereka menargetkan seluruh siswa sudah menerima makanan pada pukul 09.00 pagi.
“Kami tidak ingin ada lagi perbedaan waktu antar dapur. Keterlambatan bisa berdampak pada kualitas makanan,” jelas Marsel.
Ia menekankan, makanan yang terlambat dikonsumsi berisiko basi dan membahayakan kesehatan anak-anak. Karena itu, ketepatan waktu menjadi prioritas utama.
Selain itu, BGN memperkuat pengawasan dapur. Selama masa libur sekolah, petugas tetap diwajibkan masuk untuk membersihkan dan menjaga lingkungan kerja agar standar higienitas tetap terjaga.
Di sisi lain, transparansi juga menjadi perhatian. BGN akan menjadwalkan kunjungan rutin bagi sekolah, mulai dari TK hingga SMA, untuk melihat langsung proses pengolahan makanan.
“Kami ingin semua stakeholder terlibat aktif dalam pengawasan,” tambahnya.
Evaluasi turut menyoroti tantangan geografis di Nabire. Saat ini, setiap dapur hanya dilayani maksimal dua armada dengan radius distribusi hingga enam kilometer.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pengantaran masih mengalami keterlambatan, terutama di wilayah terjauh.
Meski begitu, BGN membuka peluang evaluasi lanjutan.
“Kalau memang dibutuhkan tambahan armada, kami akan koordinasikan dengan pimpinan,” kata Marsel.
Melalui forum yang dikemas dalam kebersamaan buka puasa ini, seluruh pihak memperkuat komitmen untuk memperbaiki sistem pelayanan MBG secara menyeluruh.
Harapannya, setelah Idul Fitri, program MBG di Nabire tidak hanya kembali berjalan, tetapi juga hadir dengan kualitas layanan yang lebih baik—tepat waktu, higienis, dan aman bagi anak-anak.
Di Nabire, sinergi yang terbangun dari meja sederhana saat berbuka puasa ini menjadi langkah nyata menuju pelayanan gizi yang lebih baik bagi generasi masa depan. (*)












