Dari Kepanikan ke Perlindungan, Warga Pogoma Selamatkan Diri ke Pos TNI

- Admin

Rabu, 15 April 2026 - 23:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Rasa takut memaksa warga Kampung Muara, Distrik Pogoma, meninggalkan rumah mereka. Di tengah situasi yang mencekam, masyarakat memilih berjalan kaki menembus medan berat demi mencari perlindungan dan pengobatan. Dalam kondisi itu, kehadiran aparat menjadi titik harapan bagi keselamatan mereka.

Insiden bermula dari aksi pembakaran rumah warga di Kampung Muara. Peristiwa tersebut langsung memicu kepanikan, sehingga warga mendatangi Pos TNI terdekat di Pos Timobut untuk melaporkan kejadian sekaligus meminta perlindungan.

Menanggapi laporan tersebut, Satgas Koops TNI Habema segera bergerak cepat. Personel melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga sebagai pelaku. Dari hasil pemantauan drone, aparat mendeteksi sejumlah orang tak dikenal membawa senjata api di sekitar lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, aparat melaksanakan operasi secara terencana dan terukur pada 13 April 2026. Operasi ini menyasar wilayah yang diduga menjadi basis kelompok bersenjata pimpinan Lekagak Talenggen.

Saat pasukan menyisir Kampung Muara, beberapa kali terjadi kontak tembak dengan kelompok tersebut. Aparat terus menekan pergerakan kelompok bersenjata hingga akhirnya mundur ke arah Galupaga, tepatnya Kampung Kembru.

Namun demikian, dalam proses pelarian, kelompok tersebut melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah permukiman warga. Akibatnya, lima warga sipil mengalami luka tembak, termasuk anak-anak.

Kelima korban masing-masing berinisial NK mengalami luka pada kaki kanan, AT mengalami luka di leher dan jari, DW (3 tahun) mengalami luka pada kaki, AW (5 tahun) mengalami luka di dada kanan, serta OW (6 tahun) mengalami luka pada siku kanan.

Baca Juga:  Hoaks Bantuan Studi Akhir Beredar, Disdikbud Papua Tengah Beri Penjelasan

Dalam kondisi darurat, para korban bersama warga lainnya berjalan kaki puluhan kilometer melewati medan pegunungan terjal menuju Pos Satgas Yonif 743/PSY di Kampung Tirineri, Kabupaten Puncak Jaya.

Setibanya di lokasi, personel TNI langsung memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Selanjutnya, aparat berkoordinasi dengan Dandim 1714/Puncak Jaya dan PMI setempat untuk mengevakuasi korban ke RSUD Puncak Jaya agar mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Di sisi lain, Satgas Koops TNI Habema terus mengamankan wilayah Kampung Muara guna mengantisipasi aksi susulan. Aparat juga meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan serta bersiaga penuh menjaga keamanan masyarakat.

TNI menegaskan bahwa operasi ini berjalan secara profesional, terencana, dan terukur sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat. Aparat juga menyayangkan adanya aksi kekerasan yang berdampak langsung pada warga sipil.

Hingga saat ini, proses evakuasi dan pengamanan masih berlangsung. Pihak Koops TNI Papua dijadwalkan memberikan keterangan resmi lanjutan terkait perkembangan situasi di Distrik Pogoma.

Di tengah situasi sulit, langkah cepat aparat menghadirkan harapan baru. Dari kepanikan yang melanda, kini perlahan tumbuh keyakinan bahwa keamanan dapat kembali terwujud melalui perlindungan dan kepedulian bersama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Kericuhan Warnai Penyaluran Dana Desa di Puncak, Polisi Perkuat Pengamanan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:53 WIT

Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIT

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar

Berita Terbaru