Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Berbagai organisasi dan elemen masyarakat menggelar Aksi Nasional dengan tagar #RakyatPapuaMenggugat.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penuntutan atas insiden pembunuhan yang menelan korban jiwa di Kemburu, Puncak, serta menyoroti kondisi keamanan dan hak asasi manusia di wilayah tersebut.
Dalam tuntutannya, massa mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menarik pasukan TNI non-organik dari wilayah Papua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, mereka juga menuntut agar pelaku pembunuhan 10 warga sipil di Kemburu, Puncak, segera ditangkap, dipecat, dan diadili sesuai hukum yang berlaku.
Aksi solidaritas ini juga menyerukan perhatian dunia internasional, khususnya PBB, untuk membuka mata terhadap dugaan pelanggaran HAM yang terjadi.
Selain itu, terdapat tuntutan agar DPRD dan DPRPT segera membentuk pansus atau panitia khusus, serta agar pemerintah daerah dan provinsi memberikan perlindungan serta pemenuhan hak-hak dasar bagi para pengungsi secara terstruktur dan berkelanjutan.
Aksi serentak ini dilaksanakan di berbagai titik kota, meliputi:
1. Wamena
2. Nabire
3. Manokwari
4. Jayapura
5. Manado
6. Gorontalo
7. Makassar/Sulawesi
8. Jakarta Pusat
Aksi ini dikoordinir oleh Tim Investigasi HAM dan Mahasiswa Puncak Se-Indonesia, dengan dukungan dari berbagai organisasi seperti Tim Investigasi, IPMAP, HPM-P, KMPP, dan lainnya.
Melalui aksi ini, mereka berharap adanya penyelesaian yang adil dan perlindungan hak-hak rakyat Papua, termasuk ibu hamil, anak-anak, dan lansia. (*)












