Aliansi Pengusaha OAP Mimika Soroti Dugaan Intervensi Proyek Pokir, Minta Pemda Perkuat Transparansi

- Admin

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua Kabupaten Mimika menyampaikan aspirasi terkait dugaan intervensi proyek Pokir serta meminta transparansi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dok_Aliansi Pengusaha OAP

Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua Kabupaten Mimika menyampaikan aspirasi terkait dugaan intervensi proyek Pokir serta meminta transparansi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dok_Aliansi Pengusaha OAP

Timika, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Mimika menyampaikan kritik terkait dugaan adanya intervensi dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRK Mimika.

Aliansi tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memperkuat transparansi serta memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua Aliansi Peduli Pengusaha OAP Mimika, Emus Kogoya, mengatakan pihaknya menerima berbagai laporan dari pengusaha Orang Asli Papua yang mengaku kesulitan mendapatkan kesempatan dalam pelaksanaan proyek pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut terdapat dugaan intervensi oleh oknum tertentu dalam penentuan paket pekerjaan, baik melalui mekanisme pengadaan langsung (PL) maupun tender terbatas.

“Kami mengingatkan seluruh Anggota DPRK Mimika, khususnya yang berasal dari jalur pengangkatan Otonomi Khusus, agar menjalankan fungsi pengawasan secara optimal serta memperjuangkan kepentingan masyarakat, termasuk pengusaha Orang Asli Papua,” ujar Emus, Jumat (7/8/2026).

Sementara itu, Sekretaris Aliansi Peduli Pengusaha OAP Mimika, Aji Lemauk, meminta Pemerintah Kabupaten Mimika, termasuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Kelompok Kerja (Pokja) pengadaan, agar menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional serta berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga:  Polda Papua Tengah Gelar Rakernis Binmas dan Latkatpuan Bhabinkamtibmas 2026

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pengadaan barang dan jasa harus mengacu pada prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga setiap proses dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum.

“Kami berharap pemerintah daerah tetap menjalankan proses pengadaan sesuai aturan dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari pihak mana pun,” katanya.

Anggota Aliansi Peduli Pengusaha OAP Mimika, Faya Naa, juga meminta Pemerintah Kabupaten Mimika melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh paket pengadaan langsung maupun tender di lingkungan pemerintah daerah.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan kesempatan berusaha bagi pengusaha Orang Asli Papua dapat terlaksana sesuai dengan semangat kebijakan afirmasi.

Aliansi juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendorong audit terhadap paket pekerjaan di setiap OPD, memperkuat transparansi dalam pelaksanaan pengadaan, serta memastikan perlindungan dan pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua dalam setiap proyek pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari DPRK Mimika maupun Pemerintah Kabupaten Mimika terkait pernyataan dan tuntutan yang disampaikan Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua Kabupaten Mimika.

Media ini akan memberikan ruang bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi atau tanggapan sesuai dengan prinsip keberimbangan pemberitaan. (*)

Sumber Berita: Pernyataan Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Mimika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Retribusi Sampah CFD Nabire Dipersoalkan, UMKM Minta Bayar Saat Jualan
Potensi Laut Papua Tengah Dipetakan Lewat SIBAPATENGA
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Senin, 28 September 2026 - 17:40 WIT

Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang

Senin, 28 September 2026 - 17:21 WIT

DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT