KNPB Nabire Gelar Mimbar Bebas, Dorong Perlindungan Masyarakat Adat

- Admin

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:52 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KNPB Nabire bersama pelajar dan mahasiswa menggelar mimbar bebas di halaman Asrama Dogiyai, Minggu (9/8/2026), dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia dan menyampaikan aspirasi terkait masyarakat adat, tanah adat, pengungsi, serta penyelesaian konflik. Dok_Pri_KNPB Nabire

KNPB Nabire bersama pelajar dan mahasiswa menggelar mimbar bebas di halaman Asrama Dogiyai, Minggu (9/8/2026), dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia dan menyampaikan aspirasi terkait masyarakat adat, tanah adat, pengungsi, serta penyelesaian konflik. Dok_Pri_KNPB Nabire

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Nabire bersama pelajar dan mahasiswa menggelar mimbar bebas di halaman Asrama Dogiyai, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia, sekaligus menyampaikan sejumlah aspirasi terkait perlindungan masyarakat adat, tanah adat, kondisi pengungsi, serta penyelesaian konflik di Tanah Papua.

Koordinator Lapangan KNPB Nabire, Ando Douw, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyuarakan pandangan serta aspirasi kepada pemerintah dan pihak terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penyampaiannya, Ando memaparkan enam poin utama.

Pertama, ia meminta pemerintah memberikan perlindungan terhadap masyarakat adat dan tanah adat di Tanah Papua.

Kedua, KNPB Nabire mendorong pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat.

Menurut Ando, regulasi tersebut penting untuk memperkuat perlindungan terhadap masyarakat adat beserta hak-haknya.

Ketiga, Ando menegaskan bahwa tanah di Papua merupakan wilayah adat yang telah dihuni dan dikelola secara turun-temurun.

Ia menilai pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap hak masyarakat adat dalam setiap kebijakan terkait tanah dan sumber daya alam.

Baca Juga:  Sat Lantas Nabire Salurkan Sembako, Sampaikan Belasungkawa

Keempat, ia menyerukan penghentian operasi militer di seluruh wilayah Tanah Papua. Menurutnya, pendekatan keamanan perlu mempertimbangkan keselamatan serta kondisi masyarakat sipil.

Kelima, KNPB Nabire meminta pemerintah memperhatikan kondisi pengungsi internal di Tanah Papua. Ando menyebut jumlah pengungsi telah mencapai ratusan ribu jiwa, meskipun data tersebut masih memerlukan verifikasi dari sumber resmi.

Keenam, KNPB mendorong penyelesaian konflik melalui mekanisme dialog. Ando menilai dialog merupakan langkah penting untuk mencari solusi atas konflik antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan yang berdampak pada masyarakat sipil.

Ando juga menyampaikan keprihatinan terhadap warga yang masih berada di wilayah pengungsian, termasuk masyarakat yang bertahan di kawasan hutan akibat situasi keamanan.

Menurutnya, penyelesaian persoalan di Papua perlu mengedepankan keselamatan masyarakat, perlindungan hak masyarakat adat, serta pembukaan ruang komunikasi antara pihak-pihak terkait.

Kegiatan mimbar bebas tersebut menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi oleh pelajar dan mahasiswa dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia.

KNPB Nabire berharap pemerintah dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut serta membuka ruang dialog untuk membahas persoalan masyarakat adat, pengungsi, dan kondisi keamanan di Tanah Papua. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Kericuhan Warnai Penyaluran Dana Desa di Puncak, Polisi Perkuat Pengamanan
TPNPB Klaim Aparat Masuk Gereja Saat Ibadah di Wuloni, Minta Hormati Kebebasan Beragama
IPSPJ Gelar Rapat Persiapan Penggalangan Dana Natal dan Program ADEM
Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102
KNPB Se-Lapago Ajukan Audiensi ke Pemerintah, Serukan Aksi Damai 15 Agustus
Polres Nabire Laksanakan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Remaja di Waroki, 45 Adegan Diperagakan
Polres Nabire Ungkap 13 Kasus 3C, Amankan 104 Unit Sepeda Motor dalam Operasi Sikat Noken 2026
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:26 WIT

Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:02 WIT

Kericuhan Warnai Penyaluran Dana Desa di Puncak, Polisi Perkuat Pengamanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:05 WIT

TPNPB Klaim Aparat Masuk Gereja Saat Ibadah di Wuloni, Minta Hormati Kebebasan Beragama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:19 WIT

IPSPJ Gelar Rapat Persiapan Penggalangan Dana Natal dan Program ADEM

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102

Berita Terbaru