Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengajak keluarga, gereja, dan masyarakat memperkuat pengawasan serta pembinaan generasi muda untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak dan pemuda dari bahaya narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Jermias saat memberikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada jemaat Gereja GKI Malompo, Kabupaten Nabire, Minggu (8/11/2026), dalam rangkaian program Minggu Kasih.
Dalam pesannya, Kapolda menyoroti penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga mengancam kesehatan, pendidikan, masa depan generasi muda, hingga keharmonisan keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa depan hanya karena rasa penasaran atau pengaruh pergaulan yang salah. Melindungi generasi muda dari narkoba merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegas Jermias.
Ia menjelaskan, program Minggu Kasih merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Melalui program tersebut, Polri ingin membangun kedekatan dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kapolda Minta Orang Tua Perkuat Pengawasan Anak
Lebih lanjut, Jermias meminta para orang tua memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan anak, termasuk mengenali lingkungan pergaulan dan membangun komunikasi terbuka di dalam keluarga.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta melindungi anak dari pengaruh negatif lingkungan.
“Rumah harus menjadi tempat bagi anak-anak untuk mendapatkan perhatian, perlindungan, dan bimbingan dari orang tua sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang negatif,” ujarnya.
Selain itu, Kapolda mengajak generasi muda mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti belajar, berolahraga, berkarya, dan mengikuti aktivitas gereja. Ia juga meminta para pelayan gereja serta majelis jemaat memperkuat pembinaan rohani dan kepedulian sosial bagi anak-anak dan pemuda.
Masyarakat Diminta Tidak Mengucilkan Korban Penyalahgunaan Narkoba
Dalam kesempatan tersebut, Jermias juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma atau mengucilkan anggota keluarga yang terjerat penyalahgunaan narkoba.
Sebaliknya, keluarga perlu memberikan dukungan dan mendampingi mereka untuk memperoleh pertolongan tenaga kesehatan maupun layanan rehabilitasi yang berwenang.
“Apabila ada keluarga atau orang terdekat yang terlibat penyalahgunaan narkoba, jangan menjauhi ataupun menghakimi mereka. Berikan dukungan, dampingi proses pemulihannya, dan arahkan untuk memperoleh penanganan medis serta rehabilitasi,” pesannya.
Di sisi lain, Kapolda meminta jemaat turut berperan aktif mencegah peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Jika menemukan dugaan aktivitas peredaran narkoba, masyarakat dapat segera menyampaikan informasi kepada kepolisian atau Bhabinkamtibmas.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan penanganan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat berwenang.
Melalui kegiatan Minggu Kasih di GKI Malompo, Kapolda berharap sinergi antara Polri, gereja, keluarga, dan masyarakat semakin kuat. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Kita harus mulai dari keluarga, lingkungan gereja, dan kepedulian terhadap sesama. Mari bersama-sama mewujudkan Papua Tengah yang aman, damai, serta generasi muda yang terlindungi dari bahaya narkoba,” tutup Jermias. (*)
Penulis : Red
Sumber Berita: Humas Polda Papua Tengah













