Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah (P2NPT) menggelar sosialisasi bertajuk “Dari Rumah ke Medsos, Aksi Nyata Perempuan Nusantara Dukung Program Pemerintah” di Gedung PAR Jemaat Marten Luther Samabusa, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Kamis (9/7/2026).
Sekitar 400 peserta yang terdiri atas kaum ibu dan anak mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.50 hingga 14.05 WIT. Melalui kegiatan ini, P2NPT berupaya meningkatkan literasi digital sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan yang mampu memanfaatkan media sosial secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
Kepala Distrik Teluk Kimi yang diwakili Kepala Seksi Pelayanan Publik, Agustina Awa, S.Sos., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif P2NPT yang menghadirkan edukasi literasi digital bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai penggunaan media sosial akan membantu masyarakat mendukung berbagai program pembangunan sekaligus mencegah penyebaran informasi yang tidak benar.
Ketua P2NPT, Adriana Sahempa, S.Pak., menjelaskan bahwa organisasinya berdiri pada 6 Januari 2025 sebagai wadah yang menghimpun perempuan dari berbagai suku, agama, dan latar belakang di Papua Tengah. Ia menegaskan P2NPT berkomitmen memperkuat persatuan, mendorong pemberdayaan perempuan, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.
Dalam pemaparannya, Adriana mengajak peserta memahami manfaat media sosial sebagai sarana komunikasi, edukasi, promosi usaha, hingga penyebaran informasi positif.
Di sisi lain, ia mengingatkan peserta agar mampu mengenali dan menghindari hoaks, ujaran kebencian, serta penyalahgunaan platform digital.
Ia juga memperkenalkan berbagai platform digital, seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, Telegram, YouTube, Threads, dan LinkedIn. Menurutnya, seluruh platform tersebut dapat dimanfaatkan secara positif untuk memperluas wawasan, memperkenalkan potensi daerah, serta meningkatkan perekonomian keluarga melalui promosi usaha.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Ebit Rusali, S.Pd., M.Pd., M.M., mengingatkan masyarakat agar selalu memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya. Ia menilai banyak informasi palsu sengaja dibuat menyerupai informasi resmi dengan menggunakan foto maupun identitas pejabat sehingga mudah dipercaya masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ebit memaparkan sejumlah program bantuan pendidikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah bagi siswa SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
Ia menegaskan pemerintah memberikan layanan pendidikan tanpa membedakan suku maupun asal daerah serta mengimbau masyarakat memanfaatkan kanal resmi Dinas Pendidikan untuk memperoleh informasi yang benar.
Sesi dialog berlangsung interaktif. Peserta menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai bantuan pendidikan, beasiswa, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Para narasumber kemudian menjawab seluruh pertanyaan sesuai bidang dan kewenangan masing-masing.
Konten kreator Karlos Paisey mengajak peserta menggunakan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan informasi yang akurat, mempromosikan potensi wisata dan budaya Papua Tengah, serta memperkenalkan produk usaha masyarakat.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana membangun citra positif daerah apabila dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Senada dengan itu, Ones Bonay, S.KM., M.Kes., menilai kehadiran P2NPT menjadi langkah positif dalam memperkuat peran perempuan di Papua Tengah.
Ia mengajak masyarakat menjadikan media sosial sebagai alat mempererat persaudaraan dan menjaga persatuan, bukan sebagai ruang penyebaran konten yang memicu perpecahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Suku Besar Wate Wilayah Timur Cristian Waray, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah Bernard Douw, S.Pd., M.Pd., Alesina Yogi, jajaran pengurus P2NPT, serta masyarakat Kampung Samabusa dan Kampung Air Mandidi.
Panitia menutup kegiatan dengan menyanyikan Lagu Tanah Papua, doa bersama, sesi foto bersama, serta pembagian bingkisan kepada 20 peserta. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Melalui kegiatan ini, P2NPT berharap semakin banyak perempuan di Papua Tengah menjadi pelopor literasi digital, aktif menangkal hoaks, menyebarkan informasi yang benar, serta berkontribusi menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah. (*)












