Paniai, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Pemerintah Kabupaten Paniai menyelenggarakan Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria yang Bersumber dari Anggaran Desa, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menekan penyebaran tiga penyakit menular tersebut hingga ke tingkat kampung.
Wakil Bupati Paniai, Ham Yogi, S.E., hadir bersama Asisten II dan Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah Fransiska NR., S.Kep., Ns., Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Indonesia (Adinkes) Provinsi Papua Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai Farialice Y. Tatogo, S.KM., para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala puskesmas, kepala kampung, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ham Yogi menegaskan bahwa AIDS, TBC, dan malaria masih menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Kabupaten Paniai.
Menurutnya, ketiga penyakit tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi produktivitas serta kesejahteraan sosial ekonomi warga.
“Karena persoalan kesehatan di Paniai, Dinas Kesehatan tidak dapat menyelesaikannya sendiri. Penanganan AIDS, TBC, dan malaria membutuhkan kerja keras, keterpaduan, dan kolaborasi dari seluruh pihak,” ujar Ham Yogi.
Sementara itu, Ketua Adinkes Provinsi Papua Tengah sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah, Fransiska NR., S.Kep., Ns., mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi hingga ke tingkat kampung.
Menurutnya, pemerintah daerah, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), organisasi masyarakat, akademisi, hingga kader kesehatan perlu bergerak bersama untuk mempercepat penanggulangan penyakit ATM (AIDS, TBC, dan Malaria).
“Kita harus bergerak bersama, mulai dari deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, hingga memastikan pengobatan pasien berjalan tuntas,” katanya.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Paniai menetapkan tiga target utama, yakni meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan AIDS, TBC, dan malaria; memperkuat sistem pelaporan serta evaluasi data agar pemanfaatan sumber daya lebih efektif dan efisien; serta menyusun rencana tindak lanjut yang dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Farialice Y. Tatogo, S.KM., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Paniai dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Ia mencontohkan keberhasilan kerja sama dengan Tim Penggerak PKK dalam pelaksanaan program imunisasi Zero Dose tahun 2025 yang mengantarkan Kabupaten Paniai meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan dan TP PKK Pusat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang telah menyatukan seluruh unsur pemerintah dan nonpemerintah untuk bersama-sama menurunkan penularan penyakit ATM di Kabupaten Paniai,” ujarnya.
Farialice juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta mitra pembangunan lainnya untuk turut berkontribusi dalam menekan angka penularan AIDS, TBC, dan malaria di Kabupaten Paniai.
Kegiatan ditutup dengan pernyataan resmi pembukaan forum oleh pimpinan daerah. Pemerintah Kabupaten Paniai berharap forum ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang mempercepat terwujudnya masyarakat Paniai yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman penyakit menular. (*)
Editor : Arief Aw
Sumber Berita: Jeri P. Degei












