Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Kepala Suku Moora, Donatus Sembor, mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kampung Sanoba dan komunitas Moora di Kabupaten Nabire, untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di setiap rumah menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Donatus Sembor saat menghadiri kegiatan bertema “Bijak Bermedia, Bermusyawarah Demi Mewujudkan Papua Tengah yang Damai” di Kampung Sanoba, Kabupaten Nabire, Selasa (28/7/2026).
Dalam sambutannya, Donatus mengajak masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menghindari sikap yang membeda-bedakan antarsuku maupun antarkelompok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita harus hidup sebagai saudara. Jangan lagi memakai prinsip ‘siapa kamu, siapa saya’. Kesusahanmu adalah kesusahanku dan kasihmu adalah kasihku,” ujarnya.
Ia menilai semangat persatuan merupakan modal penting dalam membangun Papua Tengah yang damai.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati keberagaman serta menjaga hubungan baik dengan semua pihak.
Selain itu, Donatus mengimbau masyarakat agar mendukung pemerintah yang sah dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan.
“Kita harus menghargai pemerintah yang sah. Persoalan lain biarlah menjadi bagian dari kehendak Tuhan. Jangan memaksakan kehendak yang justru menimbulkan perpecahan,” katanya.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Donatus secara khusus mengajak masyarakat Moora untuk mengibarkan Bendera Merah Putih mulai 1 Agustus sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya orang Moora di Sanoba, agar mulai tanggal 1 Agustus mengibarkan Bendera Merah Putih di setiap rumah. Mari kita tunjukkan kecintaan kita kepada Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Donatus mengingatkan masyarakat agar menggunakan media sosial secara bijaksana.
Menurutnya, media digital harus dimanfaatkan sebagai sarana membangun komunikasi, menyampaikan aspirasi, mempererat persaudaraan, serta menyebarkan nilai-nilai positif, bukan sebagai ruang untuk menyebarkan provokasi.
“Media harus menjadi sarana bermusyawarah dan mencari solusi bersama. Jangan menggunakan media untuk menyebarkan informasi yang memprovokasi atau menciptakan kegaduhan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui dialog dan komunikasi yang santun, dibandingkan melakukan aksi yang berpotensi menimbulkan konflik.
“Saya lebih memilih berdialog langsung dengan pemerintah daripada melakukan aksi yang dapat mengganggu ketertiban. Aspirasi akan lebih baik jika disampaikan melalui musyawarah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Donatus turut mengingatkan pentingnya keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengutip nilai-nilai keagamaan yang menekankan bahwa seseorang yang bijaksana harus mampu menunjukkan perilaku yang sejalan dengan ucapannya.
“Orang yang berhikmat akan merasa malu apabila perilakunya tidak lebih baik daripada kata-katanya. Karena itu, setiap nasihat harus dimulai dari diri sendiri,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Donatus mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta mendukung terciptanya keamanan dan kedamaian di tengah keberagaman. (*)












