Hak Ulayat Disoroti, Maria Erari Minta Aktivitas di Mosairo Dikoordinasikan

- Admin

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh perempuan sekaligus pemilik hak ulayat wilayah pesisir Makimi dan Nifasi, Maria Erari, menyampaikan sikap terkait perlindungan hak masyarakat adat dan aktivitas di kawasan Mosairo, Papua Tengah, Senin (10/8/2026). Dok_Arief NT

Tokoh perempuan sekaligus pemilik hak ulayat wilayah pesisir Makimi dan Nifasi, Maria Erari, menyampaikan sikap terkait perlindungan hak masyarakat adat dan aktivitas di kawasan Mosairo, Papua Tengah, Senin (10/8/2026). Dok_Arief NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Tokoh perempuan sekaligus pemilik hak ulayat dari wilayah pesisir Makimi dan Nifasi, Maria Erari, meminta pemerintah dan pihak terkait menghormati hak masyarakat adat dalam setiap aktivitas di wilayah Papua Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Maria pada Senin (10/8/2026) menyikapi aksi masyarakat adat serta dinamika yang muncul menyusul kehadiran Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di wilayah Mosairo dan sekitarnya.

Maria menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki keterikatan dengan wilayah ulayat di sepanjang pesisir Makimi hingga Mosairo. Karena itu, menurutnya, setiap aktivitas pemerintah maupun pihak lain perlu melibatkan pemilik hak ulayat dan tokoh adat setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tanah ini bukan tanah kosong. Tanah ini bertuan. Siapa pun yang datang atas nama aturan harus menghargai masyarakat adat, kepala suku, dan tokoh-tokoh adat pemilik lokasi,” ujar Maria.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap masyarakat adat yang memperjuangkan hak atas tanah dan sumber penghidupan mereka.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan pembangunan maupun kegiatan di wilayah adat berjalan melalui koordinasi yang jelas dengan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Mahasiswa dan Pelajar Afirmasi Intan Jaya Minta Pemda Segera Merealisasikan Beasiswa serta Meningkatkan Transparansi Anggaran

Maria kemudian menyoroti aktivitas Satgas PKH di kawasan Mosairo. Ia menyebut rencana pembangunan helipad di wilayah tersebut, yang menurutnya belum melalui koordinasi yang memadai dengan masyarakat adat, telah menimbulkan keresahan.

Menurut Maria, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada wilayah ulayat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan lembaga representasi masyarakat adat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

Maria juga menyatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi secara resmi kepada pemerintah, DPR, dan Majelis Rakyat Papua (MRP).

“Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban akibat langkah yang tidak memperhitungkan keberadaan tuan tanah. Kami ingin hidup tenang dan layak. Tolong koordinasi dan hargai keberadaan kami,” tegasnya.

Maria berharap seluruh pihak mengedepankan dialog dan koordinasi sebelum menjalankan kegiatan di wilayah yang memiliki keterikatan dengan hak ulayat masyarakat adat.

Ia menilai komunikasi yang terbuka dapat mencegah kesalahpahaman sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pemerintah dalam menjalankan aktivitas pembangunan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Kericuhan Warnai Penyaluran Dana Desa di Puncak, Polisi Perkuat Pengamanan
TPNPB Klaim Aparat Masuk Gereja Saat Ibadah di Wuloni, Minta Hormati Kebebasan Beragama
IPSPJ Gelar Rapat Persiapan Penggalangan Dana Natal dan Program ADEM
Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102
KNPB Se-Lapago Ajukan Audiensi ke Pemerintah, Serukan Aksi Damai 15 Agustus
Polres Nabire Laksanakan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Remaja di Waroki, 45 Adegan Diperagakan
Polres Nabire Ungkap 13 Kasus 3C, Amankan 104 Unit Sepeda Motor dalam Operasi Sikat Noken 2026
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:26 WIT

Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:02 WIT

Kericuhan Warnai Penyaluran Dana Desa di Puncak, Polisi Perkuat Pengamanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:05 WIT

TPNPB Klaim Aparat Masuk Gereja Saat Ibadah di Wuloni, Minta Hormati Kebebasan Beragama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:19 WIT

IPSPJ Gelar Rapat Persiapan Penggalangan Dana Natal dan Program ADEM

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102

Berita Terbaru