Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Polres Nabire Polda Papua Tengah berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, serta pencurian kendaraan bermotor (3C) melalui pelaksanaan Operasi Sikat Noken 2026.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., S.H., CPHR, menyampaikan hasil operasi tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Nabire, Senin (10/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Polres Nabire mencatat pengungkapan 13 laporan polisi (LP) terkait tindak pidana 3C. Dari hasil pengembangan kasus tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan tujuh orang terduga pelaku yang diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah laporan polisi lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari 13 LP ini, kami berhasil mengamankan tujuh orang pelaku yang memiliki keterkaitan dengan LP lainnya,” ujar AKBP Samuel.
Selain pengungkapan kasus, jajaran Polres Nabire juga mengamankan sejumlah kendaraan roda dua yang berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Sikat Noken 2026.
Selama operasi berlangsung, polisi berhasil menyita 104 unit sepeda motor dari berbagai jenis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 unit telah dikembalikan kepada masyarakat setelah melalui proses pemeriksaan dan verifikasi kepemilikan.
Sementara itu, 81 unit sepeda motor lainnya masih diamankan di Mapolres Nabire untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut.
Pada Senin (10/8/2026), Polres Nabire juga menyerahkan kembali kendaraan kepada delapan warga yang sebelumnya menjadi korban tindak pidana 3C.
Kapolres menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai strategi kepolisian yang diterapkan selama Operasi Sikat Noken 2026.
Jajaran Polres Nabire meningkatkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) melalui tim gabungan yang dibentuk dari unsur Polda Papua Tengah dan Polres Nabire. Selain itu, personel juga melaksanakan kegiatan patroli hunting pada jam-jam rawan berdasarkan hasil pemetaan kerawanan wilayah.
Polisi turut mengoptimalkan Blue Light Patrol sebagai langkah preventif guna meningkatkan kehadiran aparat di tengah masyarakat serta mencegah terjadinya tindak kriminalitas.
Satuan Lalu Lintas Polres Nabire juga melaksanakan kegiatan pemeriksaan kendaraan atau razia pada waktu-waktu tertentu, khususnya pada pagi dan sore hari.
Dalam pelaksanaan operasi ini, personel yang terlibat terdiri dari tim khusus Polda Papua Tengah, personel Polres Nabire, Satuan Reserse Kriminal, serta unsur gabungan dari jajaran staf.
AKBP Samuel menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk menekan angka kriminalitas, khususnya kejahatan 3C, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Nabire.
“Polres Nabire akan terus meningkatkan kegiatan kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menindak tegas setiap tindak pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Pengungkapan kasus serta pengembalian kendaraan kepada masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polres Nabire dalam memberikan pelayanan kepolisian sekaligus menghadirkan kepastian hukum bagi para korban tindak pidana.
Polres Nabire juga mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kendaraan, memastikan kelengkapan dokumen, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana. (*)












