Makassar, Sulawesi Selatan || Nabireterkini.com – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia mengklaim telah mendistribusikan sekitar 5.000 selebaran di sejumlah titik di pusat Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (13/8/2026).
Menurut keterangan KNPB Konsulat Indonesia, kegiatan pembagian selebaran tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang aksi nasional yang dijadwalkan pada 15 Agustus 2026.
KNPB menyatakan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan damai. Koordinator lapangan bersama jajaran KNPB Konsulat Indonesia disebut mengoordinasikan jalannya kegiatan hingga selesai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KNPB Ajak Masyarakat Bersolidaritas
Dalam keterangannya, KNPB Konsulat Indonesia juga mengajak masyarakat di Makassar dan Sulawesi Selatan untuk mengetahui serta memberikan perhatian terhadap agenda aksi yang direncanakan.
Ajakan tersebut ditujukan kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk petani, nelayan, buruh, masyarakat perkotaan, serta kelompok masyarakat lainnya.
KNPB menyatakan bahwa aksi nasional pada 15 Agustus 2026 akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip damai dan demokratis.
“Kami KNPB Konsulat Indonesia menyampaikan bahwa aksi yang akan diselenggarakan secara nasional merupakan aksi damai yang bertanggung jawab sesuai prinsip hukum dan demokrasi, baik secara nasional maupun internasional,” demikian pernyataan KNPB dalam keterangannya.
Sebelumnya Sampaikan Pemberitahuan Aksi
Kegiatan pembagian selebaran tersebut dilakukan setelah KNPB Konsulat Indonesia menyampaikan surat pemberitahuan rencana aksi kepada sejumlah instansi dan elemen masyarakat di Makassar.
Dalam surat pemberitahuan tertanggal 12 Agustus 2026, KNPB mencantumkan pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga, organisasi masyarakat, kelompok mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat sebagai pihak yang menerima tembusan.
KNPB juga menyebut rencana aksi tersebut sebagai bagian dari agenda nasional organisasi yang mengangkat sejumlah isu terkait Papua.
Selain itu, KNPB kembali menyampaikan pandangan politiknya mengenai kondisi Papua serta sejarah hubungan politik Indonesia dengan Papua.
Pernyataan tersebut merupakan posisi KNPB dan tidak secara otomatis mencerminkan pandangan pemerintah maupun pihak lainnya.
KNPB Konsulat Indonesia menyatakan akan melanjutkan agenda tersebut melalui aksi nasional pada 15 Agustus 2026. (*)
Sumber Berita: Keterangan KNPB Konsulat Indonesia, Makassar, 13 Agustus 2026.












