Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Takbir menggema penuh khidmat di Masjid At-Taqwa, Jalan Trikora Kotalama, Kelurahan Morgo, Distrik Nabire, saat Puluhan jamaah memadati pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Di tengah suasana haru dan bahagia, Ustadz H. Muhammad Darwis mengajak umat Islam memaknai hari kemenangan dengan hati yang jernih dan sikap yang dewasa.
Dalam khutbahnya, Ustadz Darwis menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum refleksi setelah sebulan penuh umat Islam menjalani ibadah puasa Ramadhan, (21/3/2026).
“Kita patut bersyukur, karena Allah telah menghantarkan kita keluar dari bulan Ramadhan dan memberi kesempatan meraih kemenangan bagi mereka yang mampu mengendalikan hawa nafsu,” ujarnya di hadapan jamaah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menyoroti perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk perbedaan antara sebagian umat yang telah lebih dulu merayakannya. Ia mengajak jamaah untuk menyikapi hal tersebut dengan bijak.
“Kita harus dewasa dalam menghadapi perbedaan. Islam tidak menolak perbedaan, justru mengajarkan kita untuk menyatukannya menjadi kekuatan,” tegasnya.
Untuk memperkuat pesan tersebut, Ustadz Darwis mengutip ajaran Rasulullah SAW yang menggambarkan umat mukmin seperti bangunan kokoh. Setiap bagian memiliki peran berbeda, tetapi semuanya saling menguatkan.
Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah pada firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, yang menegaskan bahwa manusia diciptakan berbeda untuk saling mengenal, bukan saling mempersoalkan perbedaan.
“Yang paling mulia di sisi Allah bukan karena perbedaan itu, tetapi karena ketakwaannya,” jelasnya.
Di akhir khutbah, ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak larut dalam euforia semata. Ia mendorong umat Islam untuk mengevaluasi diri, memastikan bahwa ibadah Ramadhan benar-benar membawa perubahan.
“Jangan sampai kita hanya bergembira, tetapi lupa bertanya: apakah kita termasuk orang yang benar-benar menang?” ungkapnya.
Suasana haru pun terasa saat khutbah ditutup dengan doa dan takbir, menguatkan semangat kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat Nabire.
Idul Fitri tahun ini bukan hanya menjadi simbol kemenangan, tetapi juga pengingat bahwa persatuan dalam perbedaan adalah kekuatan utama umat. (*)












