PUPR Papua Tengah Buka Dialog dengan Pengusaha OAP, Siap Upayakan Solusi Sesuai Ketentuan

- Admin

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah Andarias Tomi Tulak berdialog dengan perwakilan pengusaha Orang Asli Papua (OAP) membahas alokasi paket pekerjaan konstruksi di Kantor Dinas PUPR Papua Tengah, Rabu (29/7/2026). Dok_NT

Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah Andarias Tomi Tulak berdialog dengan perwakilan pengusaha Orang Asli Papua (OAP) membahas alokasi paket pekerjaan konstruksi di Kantor Dinas PUPR Papua Tengah, Rabu (29/7/2026). Dok_NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Plt. Kepala Dinas PUPR Papua Tengah, Andarias Tomi Tulak, S.T., M.T., menegaskan komitmen pemerintah membuka dialog dengan pengusaha kontraktor Orang Asli Papua (OAP) usai aksi aspirasi di Kantor Dinas PUPR, Rabu (29/7/2026).

Hal ini disampaikan usai dialog dengan Koordinator Pengusaha OAP, Agus Auparay, dan perwakilan kontraktor terkait alokasi paket pekerjaan.

Andarias menjelaskan bahwa seluruh paket APBD Induk 2026 sudah ditetapkan melalui mekanisme resmi sehingga tidak dapat diubah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memahami aspirasi teman-teman pengusaha OAP, namun paket pekerjaan sudah ditetapkan sehingga tidak bisa diubah di luar mekanisme,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyebut Dinas PUPR akan mengupayakan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan jika memungkinkan dan sesuai ketentuan.

Baca Juga:  Kapolres Nabire: Pangkat Naik, Tanggung Jawab dan Profesionalisme Harus Meningkat

Usulan tersebut masih akan dibahas bersama TAPD, sehingga besaran dan waktunya belum dapat dipastikan.

Jika disetujui, pengusaha OAP yang belum mendapat paket akan diprioritaskan.

“Kami ingin pemerataan kesempatan usaha,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa peluang kerja tidak hanya di PUPR, tetapi juga di OPD lain yang memiliki paket pengadaan.

Sementara itu, Agus Auparay menyampaikan aspirasi ini untuk meminta kejelasan kesempatan kerja bagi pengusaha OAP.

“Kami berharap tetap ada ruang bagi pengusaha lokal untuk berpartisipasi,” ujarnya.

Dialog berlangsung kondusif, dengan kesepakatan untuk terus berkomunikasi sesuai aturan dan prinsip transparansi serta pemerataan kesempatan usaha. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Kericuhan Warnai Penyaluran Dana Desa di Puncak, Polisi Perkuat Pengamanan
TPNPB Klaim Aparat Masuk Gereja Saat Ibadah di Wuloni, Minta Hormati Kebebasan Beragama
IPSPJ Gelar Rapat Persiapan Penggalangan Dana Natal dan Program ADEM
Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102
KNPB Se-Lapago Ajukan Audiensi ke Pemerintah, Serukan Aksi Damai 15 Agustus
Polres Nabire Laksanakan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Remaja di Waroki, 45 Adegan Diperagakan
Polres Nabire Ungkap 13 Kasus 3C, Amankan 104 Unit Sepeda Motor dalam Operasi Sikat Noken 2026
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:26 WIT

Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:02 WIT

Kericuhan Warnai Penyaluran Dana Desa di Puncak, Polisi Perkuat Pengamanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:05 WIT

TPNPB Klaim Aparat Masuk Gereja Saat Ibadah di Wuloni, Minta Hormati Kebebasan Beragama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:19 WIT

IPSPJ Gelar Rapat Persiapan Penggalangan Dana Natal dan Program ADEM

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:42 WIT

Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102

Berita Terbaru