Tolikara, Papua Pegunungan – Satuan Tugas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus melakukan penyelidikan intensif terkait insiden penembakan terhadap pekerja proyek pembangunan jalan di kawasan Kali Kabur, Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, yang terjadi pada Minggu (2/8/2026).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa tim penyidik masih mengumpulkan barang bukti, memeriksa para saksi, serta mendalami berbagai informasi guna mengungkap pelaku, motif, dan modus operandi dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lapangan, insiden penyerangan diduga melibatkan kelompok bersenjata yang oleh aparat disebut sebagai KKB Kodap X Tolikara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa dugaan tersebut masih dalam tahap verifikasi melalui proses penyelidikan yang berjalan.
“Kami belum dapat menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab. Identitas pelaku akan disampaikan setelah didukung oleh hasil penyelidikan yang komprehensif serta alat bukti yang sah,” ujar Yusuf.
Menurut keterangan penyidik, peristiwa terjadi saat para pekerja tengah melaksanakan aktivitas di area proyek pembangunan jalan di Distrik Kanggime. Uuu
Hingga saat ini, proses pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh penanganan perkara dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga menambahkan bahwa setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab berdasarkan alat bukti yang sah akan diproses sesuai hukum.
Di sisi lain, kepolisian tetap mengedepankan aspek perlindungan terhadap masyarakat selama proses penegakan hukum berlangsung.
Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 turut mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi maupun dugaan identitas pelaku yang belum terverifikasi.
Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan memberikan informasi yang akurat guna mendukung proses pengungkapan kasus tersebut. (*)












