Wamena, Papua Pegunungan || Nabireterkini.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan bertanggung jawab atas aksi penyerangan terhadap aparat keamanan yang mereka klaim terjadi di sepanjang ruas Jalan Trans Wamena hingga Kampung Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (8/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers yang dikeluarkan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan disampaikan oleh juru bicara kelompok tersebut, Sebby Sambom, pada Sabtu (8/8/2026).
Dalam siaran pers tersebut, TPNPB mengklaim aksi penyerangan berlangsung sekitar pukul 12.04 hingga 13.00 WIT. Mereka menyebut aksi tersebut dilakukan oleh anggota TPNPB Kodap III Ndugama Derakma.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TPNPB juga mengklaim terjadi kontak senjata di sekitar Kampung Walesi dan menyatakan terdapat aparat yang menjadi korban. Namun, kelompok tersebut dalam pernyataannya mengaku belum dapat memastikan kondisi para korban.
Hingga berita ini disusun, klaim mengenai kronologi penyerangan, keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan, maupun kondisi korban masih memerlukan verifikasi dari aparat keamanan dan sumber independen.
Dalam siaran pers yang sama, TPNPB menyatakan penolakan terhadap perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Tanah Papua. Kelompok tersebut juga menyerukan kepada masyarakat Papua untuk memperingati tanggal 1 Desember yang mereka klaim sebagai hari kemerdekaan Papua.
Selain itu, TPNPB menyampaikan sejumlah tuntutan terkait aktivitas pemerintahan Indonesia di Tanah Papua.
Pernyataan tersebut juga memuat peringatan terhadap pihak-pihak yang mereka anggap mendukung pemerintahan Indonesia.
Pernyataan TPNPB tersebut muncul menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati pada 17 Agustus 2026.
Sementara itu, informasi mengenai situasi keamanan di lokasi kejadian, termasuk kronologi penyerangan, kondisi aparat keamanan maupun masyarakat, serta kemungkinan adanya korban, masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Aparat keamanan di wilayah Jayawijaya diharapkan memberikan keterangan resmi untuk memastikan fakta terkait insiden tersebut serta perkembangan situasi keamanan di sekitar Wamena dan Walesi. (*)












