Intan Jaya, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Ketua Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya, Misael Sondegau, bersama anggota menyalurkan bantuan bahan makanan atau sembako kepada masyarakat yang mengungsi dari Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (12/8/2026).
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak situasi konflik dan harus meninggalkan tempat tinggal untuk mencari tempat yang lebih aman.
Misael mengatakan bantuan itu terutama ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama berada di tempat pengungsian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, anak-anak, mama-mama, orang tua, serta warga lainnya membutuhkan dukungan bersama karena mereka menghadapi kondisi yang sulit akibat situasi konflik.
Ia berharap bantuan sembako tersebut dapat sedikit meringankan beban para pengungsi sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat yang terdampak konflik tidak berjalan sendiri dalam menghadapi situasi tersebut.
“Kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengungsi merupakan tanggung jawab bersama. Mereka membutuhkan perhatian, dukungan, dan bantuan kemanusiaan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian terhadap masyarakat Distrik Ugimba yang terdampak situasi konflik di Kabupaten Intan Jaya.
Selain memenuhi kebutuhan pangan, perhatian terhadap pengungsi dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh dukungan selama menjalani kehidupan di tempat pengungsian.
Misael bersama anggota berharap kepedulian serupa dapat terus tumbuh dari berbagai pihak sehingga kebutuhan masyarakat terdampak konflik dapat tertangani secara bersama-sama.
“Ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan, jangan biarkan mereka berjalan sendiri. Bantuan yang diberikan dengan kepedulian dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.”
Melalui kegiatan tersebut, perhatian terhadap masyarakat pengungsi diharapkan terus menjadi bagian dari upaya kemanusiaan dan dukungan bagi warga terdampak konflik di Kabupaten Intan Jaya. (*)












