Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, mengapresiasi seluruh pihak yang ikut menjaga keamanan selama pelaksanaan sidang kelima perkara pembunuhan remaja CKC di Pengadilan Negeri Nabire, Senin (31/8/2026).
AKBP Samuel mengatakan seluruh rangkaian persidangan, mulai dari sidang pertama hingga agenda kelima, dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, serta masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Puji syukur kepada Tuhan, seluruh agenda persidangan dari tahap pertama hingga hari ini, agenda kelima, semuanya berjalan dengan cukup aman,” ujar AKBP Samuel seusai pengamanan persidangan.
Meski demikian, polisi tetap menghadapi dinamika selama pengamanan. Salah satunya berupa insiden pelemparan gelas atau botol air mineral.
Namun, aparat berhasil mengendalikan situasi sehingga insiden tersebut tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
“Kalaupun ada insiden pelemparan gelas Aqua atau botol Aqua, ini merupakan dinamika yang biasanya kami hadapi. Tetapi keseluruhan situasi bisa kita jaga bersama,” katanya.
Selain itu, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, Sekretaris Daerah Nabire, Kejaksaan Negeri Nabire, Pengadilan Negeri Nabire, pengurus Ikatan Kerukunan Toraja (IKT), DPRK Nabire, serta masyarakat yang ikut menjaga situasi tetap kondusif.
Ia berharap koordinasi tersebut terus berjalan hingga agenda putusan perkara.
“Kita harapkan situasi yang ada ini dapat kita pertahankan bersama sampai dengan sidang putusan,” ujarnya.
Antisipasi Sidang Putusan
Kapolres juga meminta pengurus IKT dan pihak terkait tetap berkoordinasi dengan kepolisian jika kembali menggelar penyampaian aspirasi pada sidang putusan.
Menurutnya, pemberitahuan secara resmi kepada kepolisian akan membantu aparat menyiapkan pola pengamanan sesuai dengan kondisi dan jumlah massa yang hadir.
Polisi juga memasang pembatas keamanan atau security barrier di sekitar Pengadilan Negeri Nabire. Langkah tersebut bertujuan mencegah kontak langsung antara massa dan aparat sekaligus mengantisipasi kemungkinan pihak tertentu yang mencoba memicu kericuhan.
“Ini merupakan kesepakatan bersama. Kita mengantisipasi jangan sampai ada penyusup ataupun pihak-pihak tertentu yang menginginkan chaos,” tegas AKBP Samuel.
Ia menegaskan bahwa pengamanan ketat bukan bertujuan menciptakan ketegangan. Sebaliknya, polisi mengambil langkah preventif agar proses persidangan tetap berjalan tanpa gangguan.
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Selain pengamanan di sekitar pengadilan, Polres Nabire juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap kepadatan lalu lintas.
Pada sidang kelima, polisi menerapkan penggunaan satu jalur di sisi kiri jalan depan Pengadilan Negeri Nabire.
Sementara itu, apabila jumlah massa meningkat pada sidang putusan, polisi akan menyesuaikan rekayasa lalu lintas berdasarkan situasi di lapangan.
“Pengaturan arus lalu lintas akan kami sesuaikan dengan perkembangan situasi dan jumlah massa yang hadir,” jelasnya.
Kapolres juga mengatakan jumlah personel pengamanan akan mengikuti hasil pemetaan intelijen dan perkiraan jumlah massa.
Apabila pemberitahuan aksi mencantumkan jumlah peserta sekitar 3.000 orang, polisi akan menyiapkan tambahan personel untuk menjaga keseimbangan kekuatan pengamanan.
“Kalau massa disampaikan sekitar 3.000, otomatis kami juga akan memberikan imbangan dengan perbantuan tenaga yang ada. Paling tidak kita bisa mengimbangi jumlah massa dengan arahan, imbauan maupun sarana-prasarana yang tergelar,” katanya.
Menurut AKBP Samuel, penambahan personel merupakan langkah pencegahan. Polisi tidak ingin jumlah aparat terlalu sedikit dibandingkan massa karena kondisi tersebut dapat menyulitkan pengendalian apabila terjadi gangguan.
“Kalau kekuatan pengamanan tidak sebanding dengan jumlah massa dan kemudian terjadi kericuhan, kondisi tersebut justru dapat mengganggu jalannya persidangan,” ujarnya.
Karena itu, Kapolres kembali mengajak seluruh pihak menjaga ketertiban hingga proses hukum perkara CKC selesai.
“Kalau hari ini tertib, ke depan kami harapkan lebih tertib lagi,” pungkasnya. (*)













