Soroti Situasi Paniai, Mahasiswa Gorontalo Sampaikan Sembilan Tuntuta

- Admin

Kamis, 5 November 2026 - 20:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Paniai (IPMAPA) bersama Solidaritas Mahasiswa Papua Kota Studi Gorontalo menyampaikan sembilan poin pernyataan sikap terkait situasi keamanan, investasi, dan perlindungan masyarakat adat di Kabupaten Paniai. Dok_IPMAPA

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Paniai (IPMAPA) bersama Solidaritas Mahasiswa Papua Kota Studi Gorontalo menyampaikan sembilan poin pernyataan sikap terkait situasi keamanan, investasi, dan perlindungan masyarakat adat di Kabupaten Paniai. Dok_IPMAPA

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Paniai (IPMAPA) bersama Solidaritas Mahasiswa Papua Kota Studi Gorontalo menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi keamanan, persoalan investasi, serta kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan pada 5 November 2026 dengan mengangkat tema “Paniai Zona Darurat Militer: Tarik Militer Nonorganik dan Hentikan Kegiatan Seremonial di Tengah Penderitaan Rakyat Papua”.

Dalam pernyataan tertulisnya, mahasiswa menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi masyarakat di tiga distrik, yakni Ekadide, Aweida, dan Komopa, khususnya Kampung Tuguwai serta wilayah Komopa dan Ekadide.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menilai persoalan keamanan dan pembangunan di Tanah Papua harus berjalan seiring dengan perlindungan hak asasi manusia (HAM), penghormatan terhadap hak masyarakat adat, serta jaminan keselamatan masyarakat sipil.

IPMAPA dan solidaritas mahasiswa Papua menegaskan bahwa masyarakat Paniai berhak menjalani kehidupan tanpa rasa takut, berkebun dengan aman, memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta menikmati hasil kekayaan alam di tanah leluhur mereka.

Selain itu, mahasiswa mempertanyakan arah kebijakan pemerintah apabila pendekatan keamanan, kepentingan investasi, dan kegiatan seremonial lebih menonjol dibandingkan penyelesaian persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.

“Paniai bukan sekadar wilayah untuk kepentingan keamanan dan investasi. Paniai adalah tanah kehidupan, tanah leluhur, dan masa depan masyarakat adat Papua,” demikian salah satu pernyataan mahasiswa.

Sembilan Poin Pernyataan Sikap

Melalui pernyataan tersebut, IPMAPA dan solidaritas mahasiswa Papua Kota Studi Gorontalo menyampaikan sembilan tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait.

Baca Juga:  IPMAI Se-Indonesia Tetapkan Alson Bagubau sebagai Ketua Umum Periode 2026/2027

Pertama, mendesak penarikan pasukan militer dari Kampung Tuguwai, Komopa, serta permukiman masyarakat sipil yang menurut mereka tidak memerlukan penempatan pasukan militer.

Kedua, mendesak audit secara menyeluruh dan transparan terhadap aktivitas perusahaan di Blok Wabu serta perusahaan lain yang beroperasi di Tanah Papua.

Ketiga, menolak investasi yang mengabaikan hak masyarakat adat, tanah ulayat, kelestarian lingkungan hidup, dan keselamatan masyarakat.

Keempat, menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi, serta tindakan sewenang-wenang terhadap masyarakat sipil.

Kelima, mendesak penyelidikan independen terhadap setiap dugaan pelanggaran HAM di Kabupaten Paniai.

Keenam, menuntut penghentian kegiatan seremonial yang dinilai tidak disertai penyelesaian nyata terhadap persoalan masyarakat.

Ketujuh, mendesak pemerintah menjamin pemenuhan hak masyarakat Paniai atas pendidikan, kesehatan, keamanan, dan kehidupan yang layak.

Kedelapan, mendesak pembukaan ruang dialog damai dengan melibatkan masyarakat adat dan seluruh pihak terkait.

Kesembilan, menuntut transparansi seluruh kebijakan keamanan dan investasi yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat adat Papua.

Dorong Penyelesaian Secara Damai

Mahasiswa menyatakan bahwa pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual dalam menyuarakan kepentingan masyarakat, memperjuangkan keadilan, serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan di Paniai secara damai dan bermartabat.

Mereka juga menyerukan agar pemerintah dan seluruh pihak terkait memperhatikan aspirasi masyarakat di wilayah Ekadide, Tuguwai, dan Komopa.

Pernyataan tersebut ditutup dengan seruan: “Ekadide, Tuguwai, dan Komopa berhak atas kedamaian!”

Selain itu, mahasiswa menyampaikan seruan perjuangan untuk masyarakat Paniai, masyarakat adat, serta nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. (*)

Penulis : Red

Sumber Berita: Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Paniai (IPMAPA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-16 Sektor Sekomo Jadi Momentum Refleksi dan Penguatan Kader
Lindungi Generasi Muda, Kapolda Papua Tengah Ajak Jemaat GKI Malompo Cegah Narkoba
Kapolres Nabire Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan Lewat Program Minggu Kasih
Turnamen Catur HKJSM Jadi Momentum Pengembangan Atlet di Papua Tengah
35 Tahun Sengketa Lahan SDN 207 Sidoraharjo, Ahli Waris Minta Pemkab Gresik Tepati Janji
Tambang KM 74 Jadi Sorotan, Pimred Papedanews Minta Satgas PKH Lakukan Investigasi
Solidaritas Mahasiswa Paniai Desak Penarikan Pasukan dan Penyelesaian Persoalan HAM
Penangkapan DPO Brigpol Ronald Enok, Penyidik Dalami Keterlibatan Pihak Lain
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 23:42 WIT

HUT ke-16 Sektor Sekomo Jadi Momentum Refleksi dan Penguatan Kader

Minggu, 8 November 2026 - 22:57 WIT

Lindungi Generasi Muda, Kapolda Papua Tengah Ajak Jemaat GKI Malompo Cegah Narkoba

Minggu, 8 November 2026 - 22:07 WIT

Kapolres Nabire Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan Lewat Program Minggu Kasih

Minggu, 8 November 2026 - 14:46 WIT

Turnamen Catur HKJSM Jadi Momentum Pengembangan Atlet di Papua Tengah

Sabtu, 7 November 2026 - 17:57 WIT

Tambang KM 74 Jadi Sorotan, Pimred Papedanews Minta Satgas PKH Lakukan Investigasi

Berita Terbaru