Perdebatan DOB Paniai dan DOB Moni Menguat di Nabire

- Admin

Senin, 18 Mei 2026 - 23:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi mimbar bebas sekitar 20 mahasiswa SMI-KP Nabire menolak pemekaran DOB Paniai di Pasar Karang, Nabire, dibubarkan Ketua LMA Suku Moni Kabupaten Nabire, Aten Kobogau, bersama tokoh intelektual Suku Moni, Pilemon Songgonau, dan Ketua KNPI Papua Tengah, Yustinus Tebai, Senin (18/5/2026). Dok_Alvi/Paulo Mote. NT

Aksi mimbar bebas sekitar 20 mahasiswa SMI-KP Nabire menolak pemekaran DOB Paniai di Pasar Karang, Nabire, dibubarkan Ketua LMA Suku Moni Kabupaten Nabire, Aten Kobogau, bersama tokoh intelektual Suku Moni, Pilemon Songgonau, dan Ketua KNPI Papua Tengah, Yustinus Tebai, Senin (18/5/2026). Dok_Alvi/Paulo Mote. NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Aksi mimbar bebas penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) Paniai yang digelar Solidaritas Mahasiswa Se-Indonesia Kota Studi Nabire (SMI-KP) di Pasar Karang, Kelurahan Karang Tumaritis, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, PT, berakhir setelah dibubarkan massa masyarakat Suku Moni dan Tim Pembentukan DOB Paniai Timur, Senin (18/5/2026).

Aksi yang diikuti sekitar 20 mahasiswa tersebut dipimpin Koordinator Lapangan Arnoldus Pigai dan Wakil Koordinator Lapangan Maria Agapa.

Massa mahasiswa bergerak dari Sekretariat Honai Yamewa sekitar pukul 08.00 WIT sebelum memulai orasi mimbar bebas pada pukul 09.04 WIT.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam orasinya, Arnoldus Pigai menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan penolakan terhadap rencana pemekaran DOB di wilayah Paniai.

“Kami hadir untuk menyampaikan penolakan terhadap rencana DOB karena dinilai belum mewakili aspirasi seluruh masyarakat Paniai,” ujarnya.

Situasi di lokasi kemudian berubah ketika Tim Pembentukan DOB Paniai Timur bersama massa masyarakat Suku Moni mendatangi titik aksi.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Moni Kabupaten Nabire, Aten Kobogau, meminta koordinator aksi bertanggung jawab dan menginginkan persoalan tersebut dibahas melalui mediasi bersama aparat kepolisian.

“Korlap bertanggung jawab. Saya minta korlap dan penanggung jawab kita mediasikan di kantor polisi kalau mau bahas soal DOB Paniai. Jadi saya harap teman-teman bubar sekarang juga,” tegasnya di lokasi.

Tokoh intelektual Suku Moni, Pilemon Songgonau, juga menegaskan dukungannya terhadap perjuangan DOB Moni yang selama ini diperjuangkan masyarakat.

“Perjuangan DOB Kabupaten Moni ini adalah air mata masyarakat. Kami berharap tidak ada mahasiswa Paniai yang menolak perjuangan ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Mimika Tampilkan Kopi Amungme Gold dan Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah

Di tengah situasi tersebut, Ketua KNPI Papua Tengah, Yustinus Tebai, turut mengimbau agar penyampaian aspirasi mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.

“Hari ini ada wilayah yang sedang berduka. Jika ingin menyampaikan aspirasi, mari cari momen yang tepat dan lakukan koordinasi yang baik antar pihak,” katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab SMI-KP Nabire, Paulo Mote, menilai pembubaran aksi bertentangan dengan amanat konstitusi terkait kebebasan berpendapat.

“Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F UUD 1945 menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat. Kami juga menyoroti dampak DOB terhadap ruang hidup masyarakat adat dan lingkungan di Paniai,” ujarnya kepada Nabireterkini.com.

Pada pukul 09.48 WIT, massa mahasiswa meninggalkan lokasi aksi, sementara massa masyarakat Suku Moni membubarkan diri sekitar pukul 11.20 WIT.

Isu pemekaran DOB di wilayah Paniai sendiri telah bergulir sejak awal tahun 2000-an sebagai bagian dari wacana pemekaran wilayah di Papua guna mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

Namun, pada 2026, muncul gelombang penolakan dari sejumlah kelompok mahasiswa yang menilai pemekaran berpotensi memunculkan persoalan baru, mulai dari sengketa batas wilayah adat, tekanan terhadap hak ulayat, masuknya investasi skala besar, arus transmigrasi, hingga ancaman terhadap ruang hidup masyarakat adat dan lingkungan.

Di sisi lain, kelompok pendukung DOB menilai pemekaran menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan dan memperluas akses pelayanan publik di wilayah pedalaman.

Perbedaan pandangan tersebut hingga kini masih menjadi polemik di tengah masyarakat terkait siapa yang paling diuntungkan dari pemekaran wilayah, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun perlindungan hak masyarakat adat. (*)

Penulis : Alvi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan
Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman
Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:46 WIT

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan

Selasa, 29 September 2026 - 13:30 WIT

Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT