Mahasiswa Paniai di Makassar Tolak DOB dan Aktivitas Tambang

- Admin

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Kota Studi Makassar saat menyampaikan pernyataan sikap menolak DOB, pertambangan, dan militerisme di Papua Tengah. Dok_KG. NT

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Kota Studi Makassar saat menyampaikan pernyataan sikap menolak DOB, pertambangan, dan militerisme di Papua Tengah. Dok_KG. NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Kota Studi Makassar menyampaikan pernyataan sikap menolak rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB), pembangunan pos militer, serta aktivitas pertambangan di atas tanah adat masyarakat Paniai, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan mahasiswa asal Paniai yang sedang menempuh pendidikan di Kota Makassar pada Jumat (23/5/2026). Aksi itu menjadi lanjutan dari demonstrasi Jilid I pada Juni 2025 dan Jilid II pada Januari 2026.

Dalam keterangannya, mahasiswa menilai berbagai kebijakan terkait DOB, investasi pertambangan, dan pembangunan militer di wilayah adat Paniai perlu dikaji kembali karena dinilai belum melibatkan masyarakat adat secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada aksi sebelumnya, mahasiswa bersama DPRD Kabupaten Paniai telah menyepakati pembentukan Tim Panitia Khusus (Pansus) guna membawa aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat.

Aspirasi tersebut ditujukan kepada tiga kementerian, yakni Kementerian Dalam Negeri terkait penolakan DOB, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait pencabutan izin pertambangan, serta Kementerian Pertahanan terkait penggunaan tanah adat untuk kepentingan militer.

Namun, rencana keberangkatan DPRD, mahasiswa, dan tokoh masyarakat ke pusat hingga kini belum terlaksana karena anggaran Tim Pansus disebut belum dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Paniai.

Dalam pernyataan sikapnya, Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Kota Studi Makassar menyampaikan tujuh poin tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait.

Pertama, mahasiswa menolak rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru di wilayah Paniai. Penolakan tersebut meliputi DOB Kabupaten Moni, Paniai Timur, Paniai Barat, Wedauma, dan Auyatadi.

Baca Juga:  Lurah Oyehe Imbau Warga Tidak Mudah Percaya Informasi Viral

Kedua, mahasiswa mendesak pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang dinilai bermasalah di wilayah Paniai.

Ketiga, mahasiswa meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memproses dugaan kasus gratifikasi yang berkaitan dengan penerbitan izin pertambangan tanpa melibatkan masyarakat adat.

Keempat, mahasiswa meminta pengembalian tanah adat yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan pos militer dan Kodim di Distrik Bidida dan Distrik Komopa.

Kelima, mahasiswa menyatakan penolakan terhadap segala bentuk investasi, baik legal maupun ilegal, di wilayah Paniai.

Keenam, mereka meminta penarikan personel militer organik maupun non-organik dari wilayah Paniai dan seluruh Tanah Papua.

Ketujuh, mahasiswa mengutuk pihak-pihak yang dinilai mendukung kebijakan DOB, investasi pertambangan, dan militerisme di Paniai maupun Papua Tengah.

Dalam pernyataannya, Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi tersebut melalui mimbar bebas dan jumpa pers di berbagai kota studi di Indonesia.

Aksi dan pernyataan sikap tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa serta masyarakat adat Paniai untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat atas tanah, lingkungan, dan ruang hidup mereka.

Mahasiswa berharap pemerintah pusat dapat membuka ruang dialog yang lebih luas serta melibatkan masyarakat adat dalam setiap kebijakan pembangunan di wilayah Papua Tengah. (*)

Satu tanggapan untuk “Mahasiswa Paniai di Makassar Tolak DOB dan Aktivitas Tambang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banggar DPRPT Disebut Rekomendasikan Gubernur ke Aparat, Sony: Kapan Rapatnya?
KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah
Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:57 WIT

Banggar DPRPT Disebut Rekomendasikan Gubernur ke Aparat, Sony: Kapan Rapatnya?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:00 WIT

KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Berita Terbaru