Pengusaha OAP Papua Tengah Desak Kepastian Paket Proyek dan Transparansi Anggaran

- Admin

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Himpunan Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Papua Tengah menyampaikan aspirasi di depan Kantor Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah, Nabire, Rabu (29/7/2026), menuntut kepastian paket pekerjaan dan transparansi alokasi anggaran bagi pengusaha asli Papua. Dok_NT

Perwakilan Himpunan Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Papua Tengah menyampaikan aspirasi di depan Kantor Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah, Nabire, Rabu (29/7/2026), menuntut kepastian paket pekerjaan dan transparansi alokasi anggaran bagi pengusaha asli Papua. Dok_NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Himpunan Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Provinsi Papua Tengah kembali menyampaikan aspirasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua Tengah di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Nabire, Rabu (29/7/2026).

Mereka meminta kepastian mengenai paket pekerjaan pembangunan serta transparansi alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi pengusaha asli Papua.

Aspirasi tersebut disampaikan melalui aksi penyampaian pendapat yang berlangsung secara damai. Dalam kegiatan itu, para peserta membentangkan spanduk berisi tuntutan dan usulan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator aksi sekaligus perwakilan pengusaha OAP, Agus Auparay, mengatakan hingga kini pengusaha Orang Asli Papua belum memperoleh kepastian mengenai keterlibatan mereka dalam pelaksanaan paket pekerjaan pemerintah.

“Kami tidak datang untuk mencari masalah. Kami hanya meminta kejelasan mengenai hak pengusaha Orang Asli Papua. Kami ingin kepastian terkait anggaran dan kesempatan kerja bagi pengusaha lokal,” ujar Agus.

Menurut Agus, pengusaha OAP berharap pemerintah memberikan ruang yang lebih besar kepada kontraktor asli Papua dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Ia juga meminta Dinas PUPR menyampaikan secara terbuka besaran anggaran yang dialokasikan bagi pengusaha Orang Asli Papua.

“Apabila hari ini kepala dinas dapat menjelaskan berapa anggaran yang tersedia untuk pengusaha OAP, kami siap mengakhiri aksi. Yang kami butuhkan adalah kepastian,” katanya.

Baca Juga:  Distribusi BBM Jadi Sorotan, Satgas Terpadu Segera Dibentuk

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan melalui spanduk, Himpunan Pengusaha OAP Papua Tengah mengajukan tiga tuntutan utama.

Pertama, pemerintah diminta mengakui perusahaan yang telah terverifikasi sebagai badan usaha milik Orang Asli Papua sesuai data yang dimiliki Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah.

Kedua, pemerintah diharapkan memberikan kesempatan kepada pengusaha OAP untuk memperoleh paket pekerjaan melalui mekanisme penunjukan langsung yang bersumber dari APBD maupun Dana Otonomi Khusus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketiga, pemerintah diminta mencegah penggunaan nama pengusaha putra daerah oleh pihak yang bukan berasal dari Orang Asli Papua Papua Tengah dalam pelaksanaan proyek pemerintah.

Agus menegaskan aksi tersebut berlangsung secara damai dan akan terus dilakukan hingga terdapat penjelasan resmi dari Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah.

“Kami masih menunggu jawaban resmi. Jika belum ada penjelasan, kami akan tetap menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Para pengusaha berharap pemerintah daerah membuka ruang dialog sehingga persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang konstruktif tanpa menghambat pelaksanaan pembangunan di Papua Tengah.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan Himpunan Pengusaha Orang Asli Papua Papua Tengah. Redaksi akan memperbarui informasi apabila tanggapan resmi dari pihak terkait telah diterima. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penyerangan Pos Militer di Yuguru
Banggar DPRPT Disebut Rekomendasikan Gubernur ke Aparat, Sony: Kapan Rapatnya?
KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah
Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:30 WIT

TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penyerangan Pos Militer di Yuguru

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:57 WIT

Banggar DPRPT Disebut Rekomendasikan Gubernur ke Aparat, Sony: Kapan Rapatnya?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:00 WIT

KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Berita Terbaru