Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Himpunan Keluarga Jawa, Sunda, dan Madura (HKJSM) memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 dengan menggelar turnamen catur cepat perdana di Kabupaten Nabire, Minggu (8/11/2026). Sebanyak 47 peserta mengikuti kompetisi yang berlangsung di Cafe Ahmad Kopika, Kelurahan Girimulyo, tepatnya di samping SD Al Madina.
Ketua HKJSM, Dr. Mohammad Iskandar, S.P., M.I.P., secara resmi membuka turnamen tersebut. Kegiatan ini turut mendapat perhatian dari jajaran pengurus olahraga, termasuk KONI dan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire.
Dalam sambutannya, Mohammad Iskandar menyampaikan bahwa turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-4 perkumpulan keluarga Jawa, Sunda, dan Madura di Kabupaten Nabire.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berharap seluruh peserta mengikuti pertandingan dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Semoga turnamen ini berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi perkembangan olahraga catur di Kabupaten Nabire,” ujarnya.
Selanjutnya, Iskandar membuka turnamen secara resmi dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Ia juga berharap seluruh rangkaian pertandingan berlangsung lancar dan aman.
PERCASI Papua Tengah Dorong Perkembangan Olahraga Catur
Sementara itu, Ketua PERCASI Papua Tengah, Tabroni M. Cahya, S.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada HKJSM serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut.
Menurut Tabroni, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi masyarakat dalam mendorong perkembangan olahraga catur di Papua Tengah. Ia menilai turnamen seperti ini penting untuk membuka ruang kompetisi sekaligus menjaring potensi atlet dari daerah.
Ia juga menjelaskan bahwa kepengurusan PERCASI Provinsi Papua Tengah telah menerima surat keputusan (SK), meskipun proses pengukuhan pengurus belum terlaksana. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi pihaknya untuk mulai menjalankan kegiatan dan membangun perkembangan olahraga catur di wilayah Papua Tengah.
Selain itu, Tabroni menyampaikan bahwa PERCASI Papua Tengah telah mengutus Ketua Harian untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PERCASI di Jakarta pada 23 November. Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut yakni rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027, termasuk penentuan tuan rumah.
Menurutnya, peluang penentuan tuan rumah masih menjadi pembahasan, baik Provinsi Papua sebagai provinsi induk maupun Papua Tengah.
Karena itu, Tabroni berharap Papua Tengah mendapat kesempatan menjadi tuan rumah PON 2027. Ia juga meminta dukungan KONI Papua Tengah dan Gubernur Papua Tengah agar harapan tersebut dapat terwujud.
“Kami percaya, kesempatan menjadi tuan rumah akan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga, khususnya cabang olahraga catur, sekaligus mendorong kemajuan olahraga di Provinsi Papua Tengah,” ungkapnya.
Tabroni juga berharap turnamen catur yang digelar HKJSM dapat menjadi awal tumbuhnya kegiatan serupa di tengah masyarakat. Dengan demikian, olahraga catur semakin diminati dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Papua Tengah.
Panitia Siapkan Hadiah Jutaan Rupiah
Dalam turnamen tersebut, panitia menyiapkan hadiah bagi sepuluh peserta terbaik. Juara pertama berhak memperoleh Rp1.000.000, sedangkan juara kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan Rp600.000.
Selanjutnya, juara keempat memperoleh Rp500.000 dan juara kelima Rp400.000. Sementara itu, peserta yang menempati peringkat keenam hingga kesepuluh juga berhak mendapatkan hadiah dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp300.000.
Melalui kegiatan ini, HKJSM tidak hanya menghadirkan ajang kompetisi, tetapi juga mendorong masyarakat mempererat persaudaraan melalui olahraga.
Selain itu, turnamen ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dan mengembangkan olahraga catur di Kabupaten Nabire.
Semangat tersebut sejalan dengan slogan “Jawa Sunda Madura – Satu Rasa, Satu Saudara” yang mengedepankan persatuan, sportivitas, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah. (*)
Penulis : Arief Aw













