Pendidikan Fleksibel Jadi Solusi, UT Hadirkan Harapan Baru di Papua Tengah

- Admin

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Semangat membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terus digaungkan melalui kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian (KU) yang digelar Universitas Terbuka (UT) Jayapura di Nabire, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga ruang inspirasi bagi mahasiswa baru untuk memahami peran mereka di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Direktur UT Jayapura, Fajar Rahmadhani, menegaskan bahwa UT hadir sebagai solusi pendidikan fleksibel yang memungkinkan masyarakat tetap menempuh pendidikan tanpa meninggalkan daerahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mendorong terjalinnya kerja sama antara UT dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire guna memperluas akses pendidikan.

“UT menawarkan sistem pembelajaran mandiri berbasis online yang fleksibel, terjangkau, dan tetap berkualitas,” ujarnya.

Selanjutnya, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah menilai sistem pendidikan terbuka yang diterapkan UT sangat relevan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat setempat.

Ia menekankan pentingnya penguatan literasi, tidak hanya membaca, tetapi juga memahami informasi, berpikir kritis, dan mampu memecahkan masalah.

Sementara itu, perwakilan Bupati Nabire mengingatkan mahasiswa agar terus menyerap ilmu di mana pun berada. Ia menekankan bahwa proses belajar dapat berjalan beriringan dengan pekerjaan, selama mahasiswa mampu mengelola waktu dengan baik.

Baca Juga:  Panitia 1 Abad Injil Masuk Pulau Moor Resmi Dilantik, Usung Semangat “Moor Panggil Pulang”

Di sisi lain, perwakilan Gubernur Papua Tengah secara resmi membuka kegiatan tersebut dan mengajak mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian dengan serius. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menguasai materi, menjaga integritas, serta tidak menjadikan kendala teknis sebagai penghambat prestasi.

Selain sambutan, peserta juga mendapatkan pemaparan tentang Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan sistem pendidikan jarak jauh sejak 1984.

Dengan ratusan ribu mahasiswa aktif, UT terus berkembang sebagai kampus berbasis teknologi dengan slogan “Kuliah fleksibel dimana saja dan kapan saja.”

Lebih jauh, seminar akademik yang digelar dalam kegiatan ini mengangkat tema era disrupsi. Pemateri mendorong mahasiswa untuk melihat perubahan sebagai peluang, bukan ancaman. Kemampuan beradaptasi, literasi digital, serta manajemen waktu menjadi kunci utama menghadapi masa depan.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga menyampaikan berbagai persoalan nyata, mulai dari keterbatasan pemahaman teknologi hingga isu keamanan produk makanan di masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mulai peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Melalui kegiatan OSMB dan Klinik Ujian ini, UT Jayapura tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai generasi penggerak masa depan Papua Tengah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:53 WIT

Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIT

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar

Berita Terbaru