Kapolres Nabire Minta Aksi Dilakukan Secara Damai dan Terukur

- Admin

Selasa, 7 April 2026 - 12:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menyoroti rencana aksi demonstrasi oleh kelompok Front Rakyat Bergerak dengan menekankan pentingnya ketertiban, koordinasi, dan tanggung jawab dalam pelaksanaannya.

Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian tetap menjamin keamanan masyarakat. Namun demikian, stabilitas situasi sangat bergantung pada kepatuhan penyelenggara aksi terhadap aturan yang berlaku.

“Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal selama situasi dapat kami jaga aman,” ujar Kapolres, Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, perwakilan massa aksi telah menyampaikan rencana demonstrasi ke Polres Nabire. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIT dengan titik utama di Kantor DPR Papua Tengah.

Selain itu, massa direncanakan berkumpul di sejumlah lokasi, yakni SP Nabire Barat, Siriwini, Jepara Dua, dan Pasar Karang. Aparat pun memetakan titik-titik tersebut sebagai fokus pengamanan.

Namun, di balik rencana tersebut, Kapolres menemukan sejumlah kekurangan mendasar dalam dokumen pemberitahuan. Penyelenggara tidak mencantumkan jumlah massa serta tidak menetapkan penanggung jawab resmi.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya melanggar ketentuan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerawanan di lapangan.

Baca Juga:  Bakti Sosial di Samabusa, 50 Warga Suku Wate Terima Bantuan Pangan

“Setiap aksi unjuk rasa wajib mencantumkan jumlah peserta dan penanggung jawab yang jelas. Ini penting untuk pengendalian dan pengamanan,” tegasnya.

Di sisi lain, Kapolres turut menyoroti narasi dalam selebaran aksi yang menggunakan istilah

“Melumpuhkan Nabire”. Ia menilai frasa tersebut dapat memicu keresahan dan menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak dilakukan dengan cara yang berpotensi mengganggu ketertiban umum maupun aktivitas warga.

“Silakan menyampaikan pendapat, tetapi lakukan dengan tertib dan tidak merugikan masyarakat luas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Mereka mengedepankan langkah preventif guna memastikan situasi tetap terkendali.

Di tengah meningkatnya dinamika, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan tokoh agama, untuk turut menjaga stabilitas daerah.

“Kondusivitas Nabire adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap semua pihak ikut menjaga keamanan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banggar DPRPT Disebut Rekomendasikan Gubernur ke Aparat, Sony: Kapan Rapatnya?
KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah
Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:57 WIT

Banggar DPRPT Disebut Rekomendasikan Gubernur ke Aparat, Sony: Kapan Rapatnya?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:00 WIT

KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Berita Terbaru