Jayapura || Nabireterkini.com — Kebijakan internal Universitas Cenderawasih (UNCEN) tahun 2026 yang menutup akses Jalur Mandiri untuk Program Studi Kedokteran menuai sorotan dari mahasiswa.
Sekretaris Umum BEM FISIP UNCEN 2026, Vian Gobay, menyampaikan pernyataannya kepada awak media melalui genggaman selulernya pada Selasa malam (12/5) dan meminta pihak rektorat meninjau kembali kebijakan tersebut karena dinilai berpotensi mempersempit akses pendidikan bagi calon mahasiswa, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Sorotan ini mengemuka setelah Rektor UNCEN, Oscar Oswald O. Wambrauw, menyampaikan pernyataan resmi yang beredar luas :
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk tahun ini, Jalur Mandiri UNCEN tidak membuka seleksi untuk Program Studi Kedokteran.”
Pernyataan tersebut menjadi dasar kekhawatiran mahasiswa karena Jalur Mandiri selama ini dipandang sebagai jalur alternatif yang lebih realistis bagi calon mahasiswa dari wilayah pedalaman Papua.

Menurut Vian Gobay, keputusan tersebut patut dipertanyakan secara serius karena berimplikasi langsung pada peluang lulusan SMA/SLTA di Papua yang bercita-cita menjadi dokter.
“Banyak adik-adik lulusan SMA/SLTA di Papua yang memiliki cita-cita menjadi dokter. Ketika jalur alternatif seperti Jalur Mandiri ditutup, maka kesempatan mereka menjadi semakin sempit,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 1962, UNCEN memiliki tanggung jawab historis dan moral untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua. Karena itu, kebijakan pendidikan seharusnya memperluas akses, bukan membatasi.
Vian juga menyoroti kondisi riil calon mahasiswa dari wilayah pedalaman Papua yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, seperti akses internet, fasilitas pendidikan, serta kesiapan mengikuti seleksi berbasis komputer seperti SNBT. Dalam situasi tersebut, Jalur Mandiri selama ini dinilai menjadi opsi yang lebih inklusif dan realistis.
“Bagi banyak calon mahasiswa dari pedalaman, Jalur Mandiri adalah jalan yang lebih memungkinkan. Jika kebijakan ini tidak dikaji ulang, maka dapat dipandang sebagai pengabaian terhadap kebutuhan riil Orang Asli Papua,” tegasnya.
BEM FISIP UNCEN mendesak pihak rektorat agar segera membuka kembali akses Jalur Mandiri untuk Program Studi Kedokteran melalui mekanisme yang mempertimbangkan kondisi objektif calon mahasiswa dari wilayah pedalaman Papua.
“Kebijakan pendidikan seharusnya menjadi alat untuk membuka jalan, bukan justru menutup kesempatan. Jika UNCEN benar-benar hadir untuk Orang Asli Papua, maka akses pendidikan khususnya di bidang strategis seperti kedokteran harus diperluas, bukan dibatasi,” tutup Vian Gobay.
Penulis : Alvi












