Fakultas Kedokteran UNCEN Disorot, BEM FISIP: Kebijakan Rektor Dinilai Tidak Inklusif, Akses OAP Jadi Dokter Dipertanyakan

- Admin

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Umum BEM FISIP UNCEN, Vian Gobay. Selasa (12/5). Dokpri- Vian Gobay. NT

Sekretaris Umum BEM FISIP UNCEN, Vian Gobay. Selasa (12/5). Dokpri- Vian Gobay. NT

Jayapura || Nabireterkini.com — Kebijakan internal Universitas Cenderawasih (UNCEN) tahun 2026 yang menutup akses Jalur Mandiri untuk Program Studi Kedokteran menuai sorotan dari mahasiswa.

Sekretaris Umum BEM FISIP UNCEN 2026, Vian Gobay, menyampaikan pernyataannya kepada awak media melalui genggaman selulernya pada Selasa malam (12/5) dan meminta pihak rektorat meninjau kembali kebijakan tersebut karena dinilai berpotensi mempersempit akses pendidikan bagi calon mahasiswa, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Sorotan ini mengemuka setelah Rektor UNCEN, Oscar Oswald O. Wambrauw, menyampaikan pernyataan resmi yang beredar luas :

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk tahun ini, Jalur Mandiri UNCEN tidak membuka seleksi untuk Program Studi Kedokteran.”

Pernyataan tersebut menjadi dasar kekhawatiran mahasiswa karena Jalur Mandiri selama ini dipandang sebagai jalur alternatif yang lebih realistis bagi calon mahasiswa dari wilayah pedalaman Papua.

Kutipan Rektor UNCEN tersorot BEM FISIP UNCEN. Dok- Ist. NT
Kutipan Rektor UNCEN tersorot BEM FISIP UNCEN. Dok- Ist. NT

Menurut Vian Gobay, keputusan tersebut patut dipertanyakan secara serius karena berimplikasi langsung pada peluang lulusan SMA/SLTA di Papua yang bercita-cita menjadi dokter.

“Banyak adik-adik lulusan SMA/SLTA di Papua yang memiliki cita-cita menjadi dokter. Ketika jalur alternatif seperti Jalur Mandiri ditutup, maka kesempatan mereka menjadi semakin sempit,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 1962, UNCEN memiliki tanggung jawab historis dan moral untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua. Karena itu, kebijakan pendidikan seharusnya memperluas akses, bukan membatasi.

Baca Juga:  Cipta Kondisi, Polres Nabire Intensifkan Patroli di Titik Rawan

Vian juga menyoroti kondisi riil calon mahasiswa dari wilayah pedalaman Papua yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, seperti akses internet, fasilitas pendidikan, serta kesiapan mengikuti seleksi berbasis komputer seperti SNBT. Dalam situasi tersebut, Jalur Mandiri selama ini dinilai menjadi opsi yang lebih inklusif dan realistis.

“Bagi banyak calon mahasiswa dari pedalaman, Jalur Mandiri adalah jalan yang lebih memungkinkan. Jika kebijakan ini tidak dikaji ulang, maka dapat dipandang sebagai pengabaian terhadap kebutuhan riil Orang Asli Papua,” tegasnya.

BEM FISIP UNCEN mendesak pihak rektorat agar segera membuka kembali akses Jalur Mandiri untuk Program Studi Kedokteran melalui mekanisme yang mempertimbangkan kondisi objektif calon mahasiswa dari wilayah pedalaman Papua.

“Kebijakan pendidikan seharusnya menjadi alat untuk membuka jalan, bukan justru menutup kesempatan. Jika UNCEN benar-benar hadir untuk Orang Asli Papua, maka akses pendidikan khususnya di bidang strategis seperti kedokteran harus diperluas, bukan dibatasi,” tutup Vian Gobay.

Penulis : Alvi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPD KAPP se-Tanah Papua Tegaskan Posisi Organisasi Tetap di Papua
Nobar ” Pesta Babi” Di Asrama Puncak Nabire Berjalan Sukses dan Aman. Meki Tebai : Film Pesta Babi Bangkitkan Kesadaran Anak Muda Papua
Satgas Damai Cartenz Tanamkan Semangat Belajar kepada Pelajar di Sinak
Peredaran Ganja di Nabire Terbongkar, Dua Pelaku Diamankan
OD Alias IK Ditangkap Terkait Kasus Kerusuhan di Dogiyai
Nancy Raweyai: Papua Bukan Tanah Kosong, Hak Adat Harus Dihormati
Nobar “Pesta Babi” di Asrama Puncak Nabire, Norton Karubuy: Film Ini Buka Kesadaran Generasi Papua tentang Hak Masyarakat Adat
Emas Topo Nabire: Harapan Ekonomi di Tengah Penertiban Hukum
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:33 WIT

BPD KAPP se-Tanah Papua Tegaskan Posisi Organisasi Tetap di Papua

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:08 WIT

Nobar ” Pesta Babi” Di Asrama Puncak Nabire Berjalan Sukses dan Aman. Meki Tebai : Film Pesta Babi Bangkitkan Kesadaran Anak Muda Papua

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:48 WIT

Satgas Damai Cartenz Tanamkan Semangat Belajar kepada Pelajar di Sinak

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:07 WIT

Peredaran Ganja di Nabire Terbongkar, Dua Pelaku Diamankan

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:56 WIT

OD Alias IK Ditangkap Terkait Kasus Kerusuhan di Dogiyai

Berita Terbaru

Polda Papua Tengah menangkap DPO kasus pembakaran mobil di Dogiyai di wilayah Nabire. Dok. Humas PPT. NT

Daerah

OD Alias IK Ditangkap Terkait Kasus Kerusuhan di Dogiyai

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:56 WIT