Nabire, Papua Tengah | Nabireterkini.com – Kepala Suku Moora, Donatus Sembor, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan gotong royong sebagai fondasi menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Nabire.
Ajakan tersebut disampaikan dalam sosialisasi bertema “Memperkuat Kebangsaan, Persatuan dan Kesatuan dalam Mendukung Stabilitas Keamanan” yang digelar di Nabire, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga dari berbagai kalangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bambang Sutikno memandu jalannya dialog yang berlangsung interaktif dengan menghadirkan berbagai masukan dari masyarakat mengenai situasi keamanan di Nabire.
Dalam sambutannya, Donatus menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tugas aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga menjaga lingkungan, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi di sekitar.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk mengawasi anak-anak selama berlangsungnya pertandingan Piala Dunia. Menurutnya, perbedaan pilihan tim tidak boleh memicu konflik ataupun mengganggu ketertiban umum.
“Menang ataupun kalah, kita tetap bertetangga dan tetap bersaudara. Jika melakukan konvoi, lakukan dengan tertib dan jangan mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujar Donatus.
Sebagai moderator, Bambang Sutikno mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia menilai keamanan yang terjaga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian karena nelayan dapat melaut dengan tenang, petani dapat berkebun tanpa rasa khawatir, dan aktivitas perdagangan dapat berjalan lancar.
Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dengan melibatkan kepala suku maupun tokoh masyarakat sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Dalam sesi dialog, Penny menceritakan pengalamannya saat menyelenggarakan kegiatan keluarga besar Suku Moora yang sempat mendapat teguran karena belum berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Ia memastikan seluruh kegiatan masyarakat ke depan akan didahului dengan koordinasi bersama aparat keamanan, sementara pengamanan internal tetap dilakukan oleh para pemuda adat.
Sementara itu, M. Sawaka menyampaikan harapan agar aparat keamanan terus meningkatkan upaya menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Ia menilai perubahan dinamika keamanan sejak terbentuknya Provinsi Papua Tengah perlu dijawab dengan langkah-langkah yang mampu menghadirkan ketenangan bagi masyarakat dalam beraktivitas.
Senada dengan itu, Morare mengajak seluruh warga bergandengan tangan menjaga keamanan bersama aparat. Menurutnya, Nabire merupakan “Indonesia Mini” karena dihuni berbagai suku, agama, dan budaya sehingga semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dipelihara.
Sejumlah warga juga menyoroti penyalahgunaan minuman keras yang dinilai sering menjadi pemicu gangguan keamanan.
Mereka meminta para orang tua lebih aktif membimbing anak-anak melalui pendidikan, pembinaan karakter, dan pendidikan agama sejak usia dini.
Selain itu, masyarakat mengusulkan agar aparat keamanan terus memperluas sosialisasi kamtibmas kepada kepala suku, kepala kampung, kepala desa, hingga ketua RT. Warga juga berharap penambahan pos-pos keamanan di titik rawan guna meningkatkan rasa aman serta mencegah terjadinya konflik antarkelompok.
Dalam forum tersebut, tokoh masyarakat Raubaba mengusulkan agar semangat Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) serta Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kembali diperkuat sebagai bagian dari pembinaan karakter bangsa.
Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam menanamkan nilai moral, keimanan, dan cinta tanah air kepada generasi muda.
Menutup kegiatan, Donatus Sembor menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang disampaikan masyarakat. Ia menilai seluruh aspirasi tersebut menunjukkan besarnya kepedulian warga terhadap keamanan, persatuan, dan masa depan Kabupaten Nabire.
Donatus kembali menegaskan bahwa keluarga, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah, dan aparat keamanan harus terus bersinergi menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan ideologi negara.
“Mari kita jaga anak-anak, cucu, dan saudara-saudara kita dari ideologi yang menyesatkan, termasuk paham komunisme maupun ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi negara kita. Tanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari karena Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati,” tegas Donatus.
Ia berharap semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan terus menjadi kekuatan masyarakat Nabire dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan Papua Tengah yang damai, maju, dan sejahtera. (*)












