Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, meresmikan Gedung Asrama Anak Auye dalam ibadah syukur yang digelar di Sanoba, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari wilayah pedalaman.
Usai peresmian, Bupati Mesak Magai menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus diawali dengan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kita ingin mewujudkan Nabire Cerdas, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan fasilitas pendidikan dan menyiapkan anak-anak agar memiliki kesempatan belajar sejak dini. Langkah awal inilah yang akan menentukan hasil akhirnya,” ujarnya, (4/7/2026).
Menurut Bupati, Kabupaten Nabire memiliki delapan suku besar, termasuk Suku Auye yang selama bertahun-tahun hidup di wilayah terpencil dengan akses pendidikan, kesehatan, dan pembangunan yang sangat terbatas.
Ia mengungkapkan bahwa perubahan mulai terjadi berkat pelayanan para hamba Tuhan yang membuka sekolah, gereja, dan membina masyarakat hingga lahir generasi yang mulai mengenyam pendidikan tinggi.
Bupati Mesak Magai juga menceritakan bahwa setelah dilantik pada 8 November 2021, dirinya secara khusus mencari Pendeta John Bani untuk memperoleh gambaran kondisi masyarakat Auye.
Dari pertemuan tersebut, ia mengetahui Pendeta John Bani telah mengabdikan diri selama sekitar 22 tahun melayani masyarakat Auye dan berhasil membimbing sejumlah anak hingga menempuh pendidikan tinggi.
“Hari ini kita resmikan asrama ini agar menjadi tempat pembinaan anak-anak Auye. Pendeta John Bani sudah memahami karakter mereka sehingga pembinaan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Bupati menegaskan seluruh anak di Kabupaten Nabire memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa membedakan latar belakang suku maupun wilayah asal.
“Mereka juga harus mendapatkan pendidikan yang sama seperti anak-anak kita yang lain. Pendidikan adalah hak semua anak,” tegasnya.
Ia berharap melalui pembangunan asrama tersebut akan lahir generasi Auye yang mampu menjadi guru, kepala dinas, anggota DPR, bahkan pemimpin daerah di masa depan.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Pemerintah Kabupaten Nabire berencana menambah fasilitas pendidikan pada tahun depan. Rencana tersebut meliputi pembangunan gedung asrama baru dengan ruang belajar yang lebih layak serta penyediaan kendaraan operasional untuk mengantar jemput para siswa dari asrama menuju sekolah.
Selain itu, Bupati juga menginstruksikan agar dua lulusan sarjana asal Auye yang telah menyelesaikan pendidikan segera direkrut sebagai tenaga kontrak untuk mengajar di SD Taumi.
Ia berharap langkah tersebut menjadi awal lahirnya tenaga pendidik asli dari masyarakat Auye yang mampu membangun daerahnya sendiri.
Mengakhiri keterangannya, Bupati Mesak Magai berpesan agar seluruh anak Auye terus bersemangat menempuh pendidikan.
“Hanya pendidikan yang bisa mengubah masa depan. Karena itu, manfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya agar kelak menjadi generasi yang membangun Nabire,” pungkasnya. (*)












