GPMI-I Serukan Dialog Damai dan Penanganan Krisis Kemanusiaan di Intan Jaya

- Admin

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Umum GPMI-I, Memo Hagisimijau, menyampaikan pernyataan sikap organisasi di Nabire, Sabtu (4/7/2026), yang menyoroti situasi kemanusiaan di Intan Jaya serta mendorong dialog damai sebagai solusi penyelesaian konflik. Dok_Arief NT

Koordinator Umum GPMI-I, Memo Hagisimijau, menyampaikan pernyataan sikap organisasi di Nabire, Sabtu (4/7/2026), yang menyoroti situasi kemanusiaan di Intan Jaya serta mendorong dialog damai sebagai solusi penyelesaian konflik. Dok_Arief NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Harapan akan terwujudnya perdamaian terus disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat Papua. Kali ini, Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia (GPMI-I) mengajak seluruh pihak menjadikan dialog sebagai pendekatan utama dalam penyelesaian konflik, guna memulihkan rasa aman, melindungi masyarakat sipil, dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan di Nabire, Sabtu (4/7/2026), GPMI-I menilai konflik bersenjata yang berlangsung sejak 2019 hingga 2026 telah menimbulkan krisis kemanusiaan dengan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Menurut GPMI-I, konflik tersebut menyebabkan sebagian warga mengungsi, memunculkan trauma psikologis, mengganggu layanan pendidikan dan kesehatan, serta melemahkan aktivitas perekonomian masyarakat akibat situasi keamanan yang dinilai belum sepenuhnya kondusif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, organisasi tersebut menyampaikan sejumlah klaim terkait meningkatnya kehadiran aparat keamanan, pembangunan pos-pos militer, serta dugaan penggunaan beberapa fasilitas umum sebagai pos keamanan.

GPMI-I juga menyebut hasil pendataan internal mereka menemukan 52 gedung sekolah dan enam puskesmas yang memerlukan perhatian serius akibat kondisi infrastruktur maupun terganggunya pelayanan.

Karena itu, GPMI-I mendorong pemerintah untuk melengkapi pendekatan keamanan dengan langkah dialog, rekonsiliasi, serta pemulihan kesejahteraan masyarakat agar penyelesaian konflik dapat berlangsung secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Kepala Kampung Wahariah: Sumur Bor Jawab Kesulitan Air Bersih Warga

Koordinator Umum GPMI-I, Memo Hagisimijau, meminta pemerintah bersama lembaga terkait segera mengambil langkah konkret guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

“Kami mendesak Komnas HAM RI mengusut secara tuntas berbagai dugaan pelanggaran HAM di Intan Jaya serta meminta pemerintah memfasilitasi dialog langsung antara perwakilan masyarakat Intan Jaya dengan Presiden RI dan Menteri Pertahanan guna mencari penyelesaian yang adil dan bermartabat,” tegas Memo Hagisimijau.

GPMI-I juga berharap seluruh pemangku kepentingan mengedepankan penyelesaian secara damai, menghormati hak asasi manusia, serta memperkuat perlindungan terhadap masyarakat sipil di tengah situasi yang berkembang.

Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah maupun aparat keamanan belum menyampaikan tanggapan resmi terkait pernyataan dan klaim yang disampaikan GPMI-I. Redaksi memberikan ruang kepada pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi atau tanggapan sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.

Perdamaian yang berkelanjutan memerlukan sinergi semua pihak. Melalui komunikasi, penghormatan terhadap hukum, dan semangat kemanusiaan, diharapkan Kabupaten Intan Jaya dapat kembali menjadi daerah yang aman, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas, memperoleh pelayanan publik, dan membangun masa depan dengan penuh harapan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan
Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman
Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:46 WIT

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan

Selasa, 29 September 2026 - 13:30 WIT

Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT