Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Kebakaran lahan yang melanda Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, sejak Agustus hingga awal November 2026 terus menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Api masih membakar sejumlah kawasan perkebunan dan lahan milik warga, bahkan hingga wilayah menuju Waroki.
Dampak kebakaran tersebut dirasakan warga Kampung Kalisemen, Kalimerah, dan Wadio. Sejumlah keluarga kehilangan tanaman perkebunan dan tanaman pangan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua warga terdampak, Yosep Wakerwa dan Prius Jikwa, mengatakan kebakaran telah berlangsung selama beberapa bulan. Hingga awal November, api masih mengancam lahan perkebunan masyarakat di sejumlah titik.
Menurut keduanya, kobaran api telah merusak berbagai tanaman produktif milik warga. Tanaman tersebut meliputi pohon pinang, kelapa, rambutan, keladi, ubi, hingga singkong.
Kerusakan itu tentu berdampak pada kehidupan masyarakat. Pasalnya, warga mengandalkan hasil perkebunan dan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menopang perekonomian keluarga.
Selain menghadapi kerugian akibat kebakaran, Yosep dan Prius juga menyoroti belum adanya bantuan pemerintah bagi masyarakat terdampak.
Keduanya menyebut warga hingga Rabu (4/11/2026) belum menerima bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Nabire maupun Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah.
“Kami berharap pemerintah daerah, baik Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dapat melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak dan segera memberikan bantuan,” ungkap Yosep Wakerwa dan Prius Jikwa saat diwawancarai melalui WhatsApp, Rabu malam (4/11/2026).
Karena itu, keduanya meminta pemerintah kabupaten dan provinsi segera mengunjungi lokasi kebakaran.
Mereka berharap pemerintah tidak hanya melihat kondisi warga, tetapi juga mengambil langkah penanganan untuk mengendalikan api yang masih membakar lahan.
Selain penanganan kebakaran, masyarakat juga membutuhkan bantuan untuk meringankan kerugian akibat rusaknya tanaman perkebunan dan pangan.
Warga Kampung Kalisemen, Kalimerah, dan Wadio berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan mengambil langkah nyata.
Dengan demikian, kebakaran tidak semakin meluas dan masyarakat dapat memperoleh bantuan untuk menghadapi dampak musibah tersebut.(*)
Penulis : Arief Aw













