PTS Nabire Tanam 280 Bibit Pohon di Sawado Kuma, Cegah Abrasi dan Jaga Pesisir

- Admin

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Papua Trada Sampah (PTS) Nabire bersama Jemaat GKI Paulus Sawado Kuma dan sejumlah mitra menanam 280 bibit pohon di kawasan pesisir Kampung Sawado Kuma, Distrik Nabire Timur, sebagai upaya mencegah abrasi serta menjaga kelestarian lingkungan di Papua Tengah, Jumat (3/7/2026). Dok_Alvi NT

Komunitas Papua Trada Sampah (PTS) Nabire bersama Jemaat GKI Paulus Sawado Kuma dan sejumlah mitra menanam 280 bibit pohon di kawasan pesisir Kampung Sawado Kuma, Distrik Nabire Timur, sebagai upaya mencegah abrasi serta menjaga kelestarian lingkungan di Papua Tengah, Jumat (3/7/2026). Dok_Alvi NT

OooNabire, Papua Tengah | Nabireterkini.com – Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui ajakan semata, tetapi harus dibuktikan dengan aksi nyata. Semangat itulah yang ditunjukkan Komunitas Papua Trada Sampah (PTS) Nabire bersama Jemaat GKI Paulus Sawado Kuma melalui gerakan penanaman ratusan pohon di kawasan pesisir Kampung Sawado Kuma, Distrik Nabire Timur, Jumat (3/7/2026).

Aksi penghijauan tersebut bertujuan mengurangi risiko abrasi pantai sekaligus mengampanyekan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di Papua Tengah.

Koordinator kegiatan, Jerry Oliver Simunapendi, memimpin penanaman yang mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah melalui penyaluran 280 bibit pohon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bibit yang ditanam terdiri atas 60 pohon trembesi, 50 pohon pinang, 60 pohon pucuk merah, 60 pohon kayu besi, dan 50 pohon Barringtonia asiatica atau pohon keben yang memiliki fungsi ekologis untuk memperkuat kawasan pesisir serta mengurangi dampak abrasi.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, di antaranya Jemaat GKI Paulus Sawado Kuma, pegawai Dinas Pertambangan Provinsi Papua Tengah, EcoNusa, Friends Belanda, Alumni SIYLEP Papua dan Papua Tengah, SAPA Foundation, serta didukung Klasis GKI Nabire Timur melalui Bidang Kasih dan Keadilan.

Sebelum penanaman dimulai, Ketua Klasis GKI Nabire Timur, Pdt. Titus Ruamba, S.Si.Theol., membuka kegiatan dengan doa bersama sekaligus menerima secara simbolis bibit pohon dari PTS Nabire.

Jerry Oliver Simunapendi menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk mengurangi dampak abrasi dan deforestasi yang terus mengancam kawasan pesisir.

“Hari ini kami bersama Jemaat GKI Paulus Sawado Kuma berhasil menanam 280 bibit pohon yang didukung penuh oleh DLHKP Provinsi Papua Tengah. Selain menanam, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya deforestasi dan pentingnya reboisasi sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Menurut Jerry, gerakan penghijauan harus dimulai dari lingkungan terdekat agar tumbuh menjadi budaya bersama di tengah masyarakat.

“Kami menyadari jumlah pohon yang ditanam hari ini belum mampu memulihkan seluruh kawasan yang rusak. Namun, langkah kecil dari pekarangan rumah, kawasan pantai, hingga lingkungan sekolah dapat menjadi awal lahirnya gerakan penghijauan yang berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga:  GPMI-I Serukan Dialog Damai dan Penanganan Krisis Kemanusiaan di Intan Jaya

Ia menambahkan, PTS Nabire akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, gereja, komunitas, dan masyarakat dalam berbagai program pelestarian lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DLHKP Provinsi Papua Tengah atas dukungan bibit pohon serta seluruh mitra yang telah berjalan bersama PTS Nabire. Kami berharap semakin banyak pihak ikut terlibat agar menjaga lingkungan menjadi gerakan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Pdt. Karolina Ayomi, S.Si.Theol., dari Bidang Kasih dan Keadilan Klasis GKI Nabire Timur, mengapresiasi seluruh relawan yang terlibat dalam aksi penghijauan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi wilayah pesisir yang selama ini mengalami abrasi, penebangan pohon, dan kerusakan lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk kebersamaan dalam merawat ciptaan Tuhan,” ungkapnya.

Menurutnya, sinergi antara gereja, pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci menjaga kelestarian lingkungan di Papua Tengah.

PTS Nabire juga mengungkapkan bahwa gerakan penghijauan akan terus dilaksanakan sepanjang tahun. Dalam waktu dekat, komunitas tersebut kembali berkolaborasi dengan Klasis GKI Nabire Timur melalui aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Disabilitas yang bertepatan dengan hari jadi pertama kegiatan tersebut pada 29 Juli mendatang.

Selain itu, PTS Nabire berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat dukungan terhadap rehabilitasi hutan dan kawasan pesisir melalui penyediaan bibit, pendampingan, serta kebijakan yang berpihak pada pelestarian lingkungan.

Masyarakat juga diajak menjaga seluruh pohon yang telah ditanam serta menghentikan praktik penebangan liar maupun aktivitas yang merusak kawasan pesisir.

Jerry menegaskan bahwa deforestasi bukan hanya menjadi persoalan pemerintah, tetapi ancaman bagi seluruh masyarakat karena berdampak pada abrasi pantai, berkurangnya sumber air, meningkatnya risiko bencana, hingga perubahan iklim.

“Menjaga alam berarti menjaga masa depan. Ketika masyarakat bergandengan tangan menanam dan merawat pohon, mereka sesungguhnya sedang mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Kolaborasi seperti inilah yang akan menjadi kekuatan utama mewujudkan Papua Tengah yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan,” tutup Jerry. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan
Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman
Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:46 WIT

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan

Selasa, 29 September 2026 - 13:30 WIT

Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT