Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Seminar Nasional Keluarga Katolik bertema “Sekolah Iman Pertama & Perutusan” resmi digelar di Nabire, Papua Tengah, pada 7–8 April 2026.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun iman dan memperkuat kehidupan umat.
Kegiatan berlangsung di Ballroom dan Auditorium St. Yusuf KSK Nabire dengan menghadirkan pembicara utama, Rm. Constantius Eko Wahyu, OSC. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari umat Katolik, tetapi juga dari kalangan masyarakat lintas denominasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., mewakili Bupati Nabire secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai sekolah iman pertama bagi setiap individu.
Menurutnya, tema seminar sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Ia menjelaskan bahwa banyak keluarga menghadapi berbagai dinamika kehidupan, sehingga membutuhkan penguatan nilai-nilai iman.
“Melalui seminar ini, kami berharap umat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mengimplementasikan nilai-nilai iman dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menyampaikan apresiasi kepada Rm. Constantius Eko Wahyu, OSC yang telah hadir memberikan pembinaan rohani selama dua hari di Nabire.
Di sisi lain, Sekda Nabire juga menyampaikan permohonan maaf terkait keterbatasan dukungan anggaran pemerintah daerah tahun ini. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan dukungan moral terhadap kegiatan tersebut.
“Kami tetap mendukung kegiatan ini sesuai kemampuan yang ada,” tambahnya.
Di tengah kegiatan, suasana penuh kehangatan terlihat dari antusiasme peserta yang mengikuti setiap sesi seminar. Mereka tampak aktif menyimak materi yang disampaikan, mencerminkan kebutuhan akan penguatan iman dalam keluarga.
Selain itu, ia juga memberikan perhatian khusus kepada para suster dan pastor yang melayani di Nabire. Ia berharap jumlah tenaga pelayanan rohani dapat terus ditingkatkan demi menjawab kebutuhan umat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan serta toleransi yang kuat di Papua Tengah.
Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi iman. Dengan kolaborasi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat, nilai-nilai spiritual diharapkan semakin tumbuh dan memberi dampak positif bagi kehidupan sosial di Papua Tengah. (*)












