BEM Fisip Uncen Klaim Kebijakan Dekan FK Uncen : Diskriminatif dan Cederai Hak Pendidikan OAP

- Admin

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEM Fisip Uncen 2026. Kamis (14/5/2026). Dokpri- Vian Gobay

BEM Fisip Uncen 2026. Kamis (14/5/2026). Dokpri- Vian Gobay

Jayapura || Nabireterkini.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih (UNCEN) menyampaikan penolakan tegas terhadap kebijakan penerimaan mahasiswa baru Jalur Mandiri berbasis kerja sama (MoU) yang diterapkan Fakultas Kedokteran UNCEN pada Jurusan Pendidikan Kedokteran tahun 2026, Kamis (14/5/2026).

Pernyataan sikap ini disampaikan Sekretaris Umum BEM FISIP UNCEN 2026, Vian Gobay, melalui pesan ponsel selulernya kepada redaksi nabireterkini.com, sebagai respons atas kebijakan yang dinilai tidak adil dan berpotensi diskriminatif terhadap Orang Asli Papua (OAP).

Menurut Vian, kebijakan tersebut bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyentuh prinsip dasar keadilan pendidikan serta sejarah berdirinya UNCEN sebagai institusi yang diperuntukkan bagi kemajuan sumber daya manusia Papua secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Umum BEM Fisip Uncen 2026, Vian Gobay Menanggapi Kutipan Berita dari Tomei.id terkait Klarifikasi Dekan FK Uncen terkait Jalur Mandiri FK Tetap di Buka Prioritaskan OAP. Dok-Ist
Sekretaris Umum BEM Fisip Uncen 2026, Vian Gobay Menanggapi Kutipan Berita dari Tomei.id terkait Klarifikasi Dekan FK Uncen terkait Jalur Mandiri FK Tetap di Buka Prioritaskan OAP. Dok-Ist

“Kebijakan ini adalah bentuk ketidakadilan yang terselubung. Akses pendidikan kedokteran dibatasi hanya pada wilayah tertentu melalui skema kerja sama, sementara banyak OAP dari daerah lain tidak mendapatkan kesempatan yang sama,” tegasnya.

Vian Gobay juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat BEM FISIP UNCEN akan turun melakukan aksi demonstrasi ke jalan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tersebut.

“Dalam waktu secepatnya kami akan turun aksi ke jalan. Waktunya memang belum ditentukan, tetapi yang pasti BEM FISIP UNCEN akan turun melakukan aksi demonstrasi,” kata Vian.

BEM FISIP UNCEN menyatakan empat sikap utama:

1. Menolak keras sistem penerimaan yang eksklusif dan terbatas pada wilayah tertentu melalui skema MoU.

Baca Juga:  Jaga Kondisi Personel, Satgas Cartenz Gelar Pemeriksaan Psikologi dan Kesehatan

2. Menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kapitalisasi pendidikan yang menguntungkan segelintir pihak.

3. Menegaskan kebijakan ini mencederai semangat keadilan sosial dan pemerataan pendidikan di Tanah Papua.

4. Menilai pembatasan akses berpotensi melanggengkan ketimpangan struktural dan mematikan harapan generasi muda Papua menjadi tenaga medis di tanahnya sendiri.

BEM FISIP UNCEN juga menyampaikan empat tuntutan kepada pimpinan Universitas Cenderawasih dan jajaran Fakultas Kedokteran:

1. Mendesak Rektor dan Dekan FK UNCEN mencabut kebijakan Jalur Mandiri berbasis MoU.

2. Membuka akses pendaftaran secara umum, transparan, dan menyeluruh bagi seluruh OAP tanpa pengecualian wilayah.

3. Menjamin proses penerimaan mahasiswa baru yang adil, terbuka, dan bebas dari kepentingan politik maupun ekonomi.

4. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan yang berpotensi merugikan masyarakat asli Papua.

Apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, BEM FISIP UNCEN menyatakan akan melakukan konsolidasi besar-besaran mahasiswa dan masyarakat Papua, menggelar aksi demonstrasi terbuka dan berkelanjutan, serta membawa persoalan ini ke ruang publik dan media sebagai bentuk kontrol sosial.

Vian menegaskan bahwa pendidikan adalah hak seluruh anak bangsa, terutama Orang Asli Papua yang menjadi alasan utama berdirinya UNCEN.

“Jika akses itu terus dibatasi, maka kami tidak akan diam. Kami akan melawan segala bentuk ketidakadilan dalam dunia pendidikan,” tutupnya. (*)

Penulis : Alvi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor USWIM Dorong Pelestarian Bahasa Papua Lewat Seminar Internasional
Nobar ” Pesta Babi” Di Asrama Puncak Nabire Berjalan Sukses dan Aman. Meki Tebai : Film Pesta Babi Bangkitkan Kesadaran Anak Muda Papua
Satgas Damai Cartenz Tanamkan Semangat Belajar kepada Pelajar di Sinak
Peredaran Ganja di Nabire Terbongkar, Dua Pelaku Diamankan
OD Alias IK Ditangkap Terkait Kasus Kerusuhan di Dogiyai
Nancy Raweyai: Papua Bukan Tanah Kosong, Hak Adat Harus Dihormati
Nobar “Pesta Babi” di Asrama Puncak Nabire, Norton Karubuy: Film Ini Buka Kesadaran Generasi Papua tentang Hak Masyarakat Adat
Emas Topo Nabire: Harapan Ekonomi di Tengah Penertiban Hukum
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:55 WIT

BEM Fisip Uncen Klaim Kebijakan Dekan FK Uncen : Diskriminatif dan Cederai Hak Pendidikan OAP

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:49 WIT

Rektor USWIM Dorong Pelestarian Bahasa Papua Lewat Seminar Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:08 WIT

Nobar ” Pesta Babi” Di Asrama Puncak Nabire Berjalan Sukses dan Aman. Meki Tebai : Film Pesta Babi Bangkitkan Kesadaran Anak Muda Papua

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:48 WIT

Satgas Damai Cartenz Tanamkan Semangat Belajar kepada Pelajar di Sinak

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:56 WIT

OD Alias IK Ditangkap Terkait Kasus Kerusuhan di Dogiyai

Berita Terbaru