Rektor USWIM Dorong Pelestarian Bahasa Papua Lewat Seminar Internasional

- Admin

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Uswim Nabire, Petrus Tekege saat diwawancarai di ruang kerjanya setelah kegiatan Seminar Internasional. Rabu (13/5/2026). Dok_WY. NT

Rektor Uswim Nabire, Petrus Tekege saat diwawancarai di ruang kerjanya setelah kegiatan Seminar Internasional. Rabu (13/5/2026). Dok_WY. NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Di tengah derasnya arus globalisasi, upaya menjaga identitas budaya Papua terus diperkuat melalui dunia pendidikan.

Semangat itu tampak dalam seminar internasional pelestarian dan pengembangan bahasa daerah Papua yang digelar di Aula FKIP Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Jalan Sutmatsu Kalibobo, Rabu (13/5/2026).

Forum ilmiah tersebut menghadirkan akademisi, peneliti bahasa, dan pakar linguistik dari luar negeri untuk membahas masa depan bahasa ibu Papua yang kini menghadapi tantangan serius.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menjadi ruang diskusi akademik, kegiatan itu juga membuka jalan menuju kolaborasi riset internasional.

Rektor Petrus Tekege menegaskan bahwa seminar internasional tersebut menjadi bagian dari strategi kampus dalam meningkatkan mutu kelembagaan hingga tahun 2029.

“Kami menargetkan minimal satu program studi di USWIM berstatus unggul pada 2029. Karena itu, kami terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah maupun perguruan tinggi di dalam dan luar negeri,” ujar Petrus Tekege.

Selain memperkuat jaringan akademik nasional, USWIM juga mulai memperluas kolaborasi internasional.

Saat ini, kampus tersebut telah menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi di Tiongkok yang memungkinkan mahasiswa asing menempuh pendidikan di Program Studi Administrasi Negara dan Administrasi Bisnis.

Sementara itu, seminar internasional ini juga menjadi langkah awal penjajakan kerja sama dengan universitas di Australia, khususnya dalam penelitian dan pengembangan bahasa daerah Papua.

“Kami berharap ada penelitian bersama terkait pengembangan bahasa daerah Papua. Langkah ini sekaligus mendukung pemerintah daerah yang telah memiliki peraturan tentang pelestarian bahasa,” katanya.

Di sisi lain, USWIM terus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai kemitraan strategis.

Baca Juga:  Orari Nabire Salurkan Santunan, Tumbuhkan Semangat Belajar Santri

Kampus tersebut telah bekerja sama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Universitas Nasional, dan Universitas Gadjah Mada, serta sejumlah perguruan tinggi di Bali dan Jakarta.

Kerja sama dengan IPDN berfokus pada pertukaran dosen dan mahasiswa serta penguatan Tri Dharma.

Adapun kolaborasi dengan UGM diarahkan untuk meningkatkan produktivitas riset dan kreativitas akademik.

Lebih lanjut, Petrus Tekege mengingatkan bahwa banyak bahasa daerah di Papua berada dalam kondisi rentan punah apabila generasi muda tidak lagi menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah tidak peduli, bahasa daerah suatu saat bisa hilang,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong agar bahasa daerah masuk ke dalam kurikulum pendidikan formal sehingga pelajar tetap mengenal bahasa ibunya sejak dini.

Tak hanya melalui pendidikan, pelestarian bahasa juga dapat dilakukan lewat seni dan budaya.

Menurut Petrus, musik dan tari tradisional mampu menjadi media efektif untuk menjaga bahasa daerah tetap hidup di tengah masyarakat modern.

“Kami berharap anak-anak muda Papua dapat menciptakan lagu modern menggunakan bahasa ibu mereka. Seni musik dan tari bisa menjadi kekuatan budaya yang menjaga identitas Papua tetap hidup,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, USWIM juga siap mendorong pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang fokus pada pengembangan seni budaya dan lagu-lagu daerah Papua.

Seminar internasional itu tidak sekadar menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa bahasa ibu adalah warisan identitas yang harus dijaga bersama.

Ketika generasi muda tetap bangga menggunakan bahasa daerahnya, maka budaya Papua akan terus hidup dan diwariskan kepada masa depan. (*)

Penulis : Alvi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Puncak, Elvis Tabuni Apresiasi Perjuangan Jemaat, GKII Petrus Kalimangga Nabire Resmi Ditahbiskan
Pelajar Nabire Ukir Prestasi di Festival Cahaya Kreasi Budaya Papua Tengah
Gubernur Papua Tengah : Festival Budaya Benteng Jaga Identitas Generasi Muda
HUT Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Libatkan UMKM dan Masyaraka
Hoaks Bantuan Studi Akhir Beredar, Disdikbud Papua Tengah Beri Penjelasan
Pelajar Deiyai Tampilkan Mitos Koyeidaba dan Keindahan Alam pada Hari Ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar 2026
Kepala Suku Moora Bagikan 30 Paket Sembako Bantuan Pemerintah Pusat, Ajak Warga Jaga Kedamaian Papua Tengah
Tari “Api Membawa Berita” Sukses Hidupkan Warisan Leluhur Nabire di Tengah Hujan
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 01:02 WIT

Bupati Puncak, Elvis Tabuni Apresiasi Perjuangan Jemaat, GKII Petrus Kalimangga Nabire Resmi Ditahbiskan

Senin, 29 Juni 2026 - 00:51 WIT

Pelajar Nabire Ukir Prestasi di Festival Cahaya Kreasi Budaya Papua Tengah

Senin, 29 Juni 2026 - 00:45 WIT

Gubernur Papua Tengah : Festival Budaya Benteng Jaga Identitas Generasi Muda

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:34 WIT

HUT Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Libatkan UMKM dan Masyaraka

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIT

Hoaks Bantuan Studi Akhir Beredar, Disdikbud Papua Tengah Beri Penjelasan

Berita Terbaru