Lima Warga Sipil Tewas, IPMADO Minta Investigasi Independen

- Admin

Sabtu, 18 April 2026 - 19:50 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Harapan akan keadilan kembali diuji di tanah Papua. Rentetan peristiwa berdarah yang terjadi di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret hingga 2 April 2026 tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga memantik kemarahan publik, khususnya kalangan mahasiswa.

Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire secara tegas menyatakan sikap dan mendesak aparat keamanan untuk membuka secara transparan seluruh kronologi kejadian. Mereka menilai aparat gagal menghadirkan rasa aman dan justru memperparah situasi.

Peristiwa ini bermula dari pembunuhan seorang anggota polisi, Bripda JE, di Dogiyai oleh orang tak dikenal (OTK). Seiring waktu, situasi terus memanas dan meluas. Aparat keamanan kemudian menyisir sejumlah kampung untuk melakukan pengejaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, dalam operasi tersebut, terjadi penembakan yang menewaskan lima warga sipil. Akibatnya, rasa takut menyebar di tengah masyarakat, bahkan sebagian warga terpaksa meninggalkan kampung halaman dan mengungsi demi keselamatan diri.

IPMADO menilai tindakan aparat tidak terukur dan melanggar prinsip kemanusiaan. Mereka menegaskan bahwa negara harus melindungi warga, bukan menempatkan masyarakat dalam ancaman.

“Kami meminta kasus ini dibuka secara terang. Publik berhak mengetahui siapa pelaku sebenarnya, baik dalam kasus pembunuhan polisi maupun penembakan warga sipil,” ujar perwakilan mahasiswa, Marius Petege.

Baca Juga:  Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102

Ia menambahkan, hingga saat ini aparat belum menyampaikan kronologi secara utuh kepada publik. Karena itu, mahasiswa mendesak pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan berbagai unsur, termasuk lembaga HAM dan tokoh masyarakat.

Selain itu, IPMADO juga menuntut aparat penegak hukum segera memproses semua pihak yang terlibat. Mereka bahkan menyoroti dugaan keterlibatan Kapolres Dogiyai. Mahasiswa meminta proses hukum berjalan objektif tanpa intervensi serta menolak pemberian jabatan sebelum pemeriksaan selesai.

Tidak hanya itu, IPMADO mendesak penarikan personel TNI/Polri non-organik dari Dogiyai untuk meredakan ketegangan. Mereka juga mendorong reformasi internal kepolisian, termasuk peningkatan kualitas pendidikan aparat.

Sebagai bentuk keseriusan, mahasiswa menetapkan batas waktu. Jika aparat tidak membuka kasus ini secara transparan, mereka akan menggelar aksi massa. Bahkan, mereka menyatakan kemungkinan penutupan aktivitas Polres Dogiyai pada Juni hingga Juli 2026.

Di balik tuntutan itu, tersimpan harapan besar. Mahasiswa ingin melihat keadilan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Mereka percaya bahwa keterbukaan dan penegakan hukum yang adil akan memulihkan kepercayaan publik.

Tragedi Dogiyai bukan sekadar catatan peristiwa. Ini adalah panggilan bagi negara untuk kembali pada amanatnya: melindungi setiap warga tanpa kecuali. Ketika keadilan ditegakkan, maka harapan akan perdamaian tidak lagi menjadi sekadar mimpi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan
Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman
Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:46 WIT

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan

Selasa, 29 September 2026 - 13:30 WIT

Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT