Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Aparat keamanan di Kabupaten Nabire meningkatkan kesiapsiagaan menjelang rencana aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 April 2026. Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menegaskan sebanyak 785 personel gabungan TNI-Polri telah disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Peningkatan pengamanan ini dilakukan setelah pihak kepolisian menerima surat pemberitahuan aksi. Namun, hingga saat ini, koordinasi antara aparat dan pihak penyelenggara aksi belum berjalan optimal.
Kapolres menjelaskan bahwa jajaran intelijen bersama kepolisian telah berupaya membangun komunikasi dengan pihak penyelenggara. Bahkan, pertemuan koordinasi telah dijadwalkan pada pukul 11.00 WIT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, pihak penyelenggara tidak menghadiri pertemuan tersebut. Mereka juga menolak untuk melanjutkan koordinasi, sehingga situasi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan aparat.
“Kami sudah mengundang untuk bertemu dan berkoordinasi. Awalnya mereka menyatakan bersedia, tetapi pada waktu yang ditentukan tidak hadir. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan,” ujar AKBP Samuel Tatiratu, Senin (6/4/2026).

Ia menilai, jika aksi tersebut benar-benar bertujuan menyampaikan aspirasi secara damai, maka komunikasi terbuka seharusnya dapat dilakukan. Minimnya koordinasi justru memunculkan dugaan adanya kepentingan lain di balik rencana aksi tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, aparat gabungan dikerahkan dalam jumlah besar. Polres Nabire menurunkan 326 personel, sementara TNI mengerahkan 245 personel dari berbagai satuan, termasuk Brigif, Kodim, Yonif 754, Yonif 753, dan Lanal.
Selain itu, pengamanan diperkuat dengan 30 personel Brimob BKO, 24 personel Brimob Polda Papua, serta 60 personel gabungan dari Polda Papua Tengah. Satpol PP Provinsi Papua Tengah juga turut mendukung pengamanan di lapangan.
Ratusan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis. Di antaranya Hotel Adamant dan Pasar Karang masing-masing dijaga 95 personel, Uswim 75 personel, depan RSUD 70 personel, perempatan Bumi Wonorejo 55 personel, serta Kantor BPKAD sebanyak 30 personel.
Kapolres menegaskan seluruh langkah ini bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Aparat berkomitmen memastikan aktivitas warga tetap berjalan normal.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami berharap situasi tetap kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Aparat hadir untuk melindungi semua pihak,” pungkasnya. (*)












