Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Kepolisian Daerah Papua Tengah menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca kejadian 31 Maret 2026 di Kabupaten Dogiyai.
Kegiatan press rilis tersebut berlangsung di Mapolda Papua Tengah dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua Tengah, Gustav Robby Urbinas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama Polda Papua Tengah, yakni Karo Ops, Irwasda, dan Dirreskrimsus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya, Wakapolda menyampaikan bahwa peristiwa tersebut mengakibatkan satu anggota Polri meninggal dunia akibat luka benda tajam. Selain itu, sejumlah anggota lainnya mengalami luka, baik akibat luka bakar maupun tembakan senapan angin jenis PCP.
Peristiwa tersebut juga menimbulkan kerusakan fasilitas, di antaranya pembakaran dua unit kendaraan, satu unit mobil Hilux warna hitam, serta kerusakan jaringan kabel optik Palapa Timur.
Polda Papua Tengah saat ini menangani 10 laporan polisi yang berkaitan dengan rangkaian kejadian tersebut, meliputi kasus kekerasan, pembakaran, perusakan fasilitas, serta dugaan penyebaran informasi hoaks melalui media sosial.
Terkait informasi yang beredar mengenai dugaan korban dari masyarakat sipil, hingga saat ini belum ditemukan bukti valid. Hasil penelusuran pada fasilitas layanan kesehatan di wilayah sekitar juga tidak menunjukkan adanya perawatan terhadap korban sipil sebagaimana yang beredar di media sosial.
Tim patroli siber Polda Papua Tengah juga telah menemukan dua unggahan foto yang dipastikan tidak benar (hoaks), karena tidak sesuai dengan waktu dan lokasi kejadian.
Dalam rangka memulihkan situasi, Polda Papua Tengah telah mengambil langkah cepat, antara lain:
- Pengamanan markas kepolisian
- Penambahan personel dari Polda dan Mabes Polri
- Patroli intensif di wilayah rawan
- Penerapan sistem rayonisasi antar Polres
- Pembongkaran pemalangan di jalur Trans Papua
Meski sempat mendapat perlawanan berupa serangan panah, lemparan batu, hingga tembakan senapan angin, aparat keamanan berhasil membuka kembali akses jalan. Per 4 April 2026, distribusi logistik dan BBM ke wilayah Dogiyai dan sekitarnya telah kembali normal.
Seluruh laporan polisi masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka dalam kasus meninggalnya anggota Polri tersebut.
Selain itu, Divisi Propam Polri juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap personel di lapangan guna memastikan tidak adanya pelanggaran prosedur.
Polda Papua Tengah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang memiliki informasi valid terkait dugaan korban sipil diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat.
“Kami berkomitmen untuk bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjaga situasi Kamtibmas serta memastikan setiap informasi yang beredar dapat diverifikasi kebenarannya,” tegas Wakapolda. (*)












