Dogiyai, Papua Tengah || Nabiretekin.com — Pihak SMAN 2 Dogiyai membantah dugaan yang menyebut Nopison Tebai (21), korban tewas dalam insiden penembakan di Dogiyai, terlibat dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Operator sekolah, Benny Goo, menegaskan bahwa Nopison merupakan siswa aktif kelas XI IPS 2 dan masih tercatat resmi dalam data sekolah.
“Korban bukan anggota kelompok tertentu. Dia anak murid kami dan masih aktif sekolah,” ujarnya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Benny menjelaskan bahwa korban berada di lokasi kejadian untuk mengikuti kegiatan pertandingan olahraga masyarakat yang digelar sebagai penggalangan dana.
Namun, saat insiden terjadi, korban bersama sejumlah rekannya hanya duduk beristirahat di bawah tenda di sekitar lapangan.
“Mereka tidak sedang bermain. Mereka hanya duduk santai di bawah tenda sebelum aparat datang,” katanya.
Menurut Benny, situasi langsung berubah tegang ketika aparat kepolisian datang ke lokasi. Setelah itu, suara tembakan membuat masyarakat dan para pemuda yang berada di sekitar lapangan berlarian diri.
Dalam kondisi tersebut, Nopison Tebai diduga terkena tembakan.
Benny juga menyebut ada beberapa pelajar lain yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Karena itu, pihak sekolah berharap informasi mengenai korban tidak disimpulkan secara sepihak.
Di balik peristiwa ini, masyarakat berharap ruang aman bagi generasi muda Papua tetap terjaga agar anak-anak dapat tumbuh, belajar, dan mengejar masa depan tanpa rasa takut. (*)












