Polisi Siapkan Ruang Belajar bagi Anak-anak di Banti dan Utikini

- Admin

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak dari Kampung Banti, Utikini, dan Kimbeli mengikuti kegiatan belajar non formal di Distrik Tembagapura, Mimika. Dok_Istemewa. NT

Anak-anak dari Kampung Banti, Utikini, dan Kimbeli mengikuti kegiatan belajar non formal di Distrik Tembagapura, Mimika. Dok_Istemewa. NT

Timika, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Polsek Tembagapura menghadirkan kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak di Kampung Banti, Utikini, dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di wilayah konflik.

Wilayah tersebut diketahui terdampak konflik keamanan sejak tahun 2017 akibat gangguan kelompok kriminal bersenjata.

Akibat situasi tersebut, sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan dan terbakar hingga aktivitas sekolah berhenti total.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan sejak tahun 2024, anak-anak di wilayah tersebut tidak lagi mengikuti pendidikan formal sehingga banyak di antaranya kehilangan akses belajar.

Melihat kondisi itu, Kapolsek Tembagapura, Firman, mengambil inisiatif membuka kegiatan belajar non formal yang dipusatkan di aula Polsek Tembagapura.

Saat ini sebanyak 25 anak usia 5 hingga 10 tahun mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan materi dasar seperti membaca, menulis, dan mengenal angka.

Untuk mendukung program tersebut, Kapolsek menugaskan lima personel polisi menjadi tenaga pengajar bagi anak-anak di wilayah konflik tersebut.

“Kegiatan ini kami lakukan karena tidak mau anak-anak di sini semakin tertinggal. Mereka juga berhak mendapatkan pendidikan dan masa depan yang baik,” ujar Firman kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga:  Jalan Utama Nabire Dibersihkan dalam Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Selain memberikan pelajaran, personel kepolisian juga menyiapkan berbagai perlengkapan belajar seperti buku, pulpen, pensil, tas, hingga makan siang bagi anak-anak yang datang mengikuti kegiatan belajar.

Menurut Firman, anak-anak harus berjalan kaki sejauh 2 hingga 3 kilometer untuk mencapai aula Polsek Tembagapura setiap hari.

“Anak-anak ini kangen mengenakan baju sekolah. Kalau ada rezeki kami ingin mewujudkan itu walaupun ini kegiatan pendidikan non formal,” katanya.

Meski fasilitas dan kondisi keamanan masih terbatas, semangat anak-anak untuk belajar tetap tinggi. Kehadiran aparat kepolisian sebagai pengajar juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

Sementara itu, Lebu Tadang mengatakan program belajar tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang cukup lama kehilangan akses pendidikan.

“Kegiatan ini diprakarsai Kapolsek Tembagapura. Kami ditugaskan membantu anak-anak di sini untuk memberikan pelajaran dasar,” ujarnya.

Ia menambahkan antusiasme anak-anak menjadi motivasi bagi personel kepolisian untuk terus menjalankan kegiatan belajar tersebut sambil menunggu perhatian dan dukungan pendidikan formal dari pemerintah.

“Anak-anak sangat senang belajar. Itu yang membuat kami ikut semangat untuk terus mengajar,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Libatkan UMKM dan Masyaraka
Hoaks Bantuan Studi Akhir Beredar, Disdikbud Papua Tengah Beri Penjelasan
Pelajar Deiyai Tampilkan Mitos Koyeidaba dan Keindahan Alam pada Hari Ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar 2026
Tari “Api Membawa Berita” Sukses Hidupkan Warisan Leluhur Nabire di Tengah Hujan
Kreativitas Pelajar Nabire Bersinar Lewat Fashion Show Budaya Papua
Titis Sulistiowati: Kuliner Lokal Perkenalkan Kekayaan Nabire
Mimika Angkat Pesan Perdamaian Lewat Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Nabire Layani Warga Terdampak Malaria di Teluk Umar
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:34 WIT

HUT Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Libatkan UMKM dan Masyaraka

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIT

Hoaks Bantuan Studi Akhir Beredar, Disdikbud Papua Tengah Beri Penjelasan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:52 WIT

Pelajar Deiyai Tampilkan Mitos Koyeidaba dan Keindahan Alam pada Hari Ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:00 WIT

Tari “Api Membawa Berita” Sukses Hidupkan Warisan Leluhur Nabire di Tengah Hujan

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:06 WIT

Titis Sulistiowati: Kuliner Lokal Perkenalkan Kekayaan Nabire

Berita Terbaru