Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Kontingen Kabupaten Nabire menghadirkan menu khas berbahan pangan lokal pada lomba kuliner Festival Cahaya Kreasi Pelajar (CKP) Papua Tengah 2026. Melalui kompetisi tersebut, para pelajar memperkenalkan cita rasa daerah sekaligus mengangkat potensi bahan pangan lokal kepada masyarakat.
Pendamping lomba kuliner Kabupaten Nabire, Titis Sulistiowati, mengatakan timnya menyajikan tiga menu utama, yakni ayam bakar bumbu kuning, ayam suwir, dan singkong tumbuk.
Menurutnya, seluruh hidangan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan di Kabupaten Nabire sehingga mencerminkan kekayaan kuliner daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menu yang kami sajikan adalah ayam bakar bumbu kuning, ayam suwir, dan singkong tumbuk. Semua menggunakan bahan-bahan lokal yang ada di Kabupaten Nabire,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahan utama yang digunakan antara lain singkong, ayam, bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, merica, serta berbagai bumbu rempah lainnya yang menjadi ciri khas masakan Papua.
Saat diwawancarai, proses memasak masih berlangsung. Para peserta baru memasuki tahap membakar ayam, sementara waktu yang disediakan panitia untuk lomba mencapai hampir dua jam.
“Prosesnya masih sekitar 30 persen. Anak-anak baru mulai membakar karena waktu lomba masih cukup panjang. Mudah-mudahan seluruh menu dapat selesai sebelum batas waktu berakhir,” katanya.
Selain mengikuti lomba kuliner, Titis mengapresiasi penyelenggaraan Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menampilkan kemampuan di berbagai bidang seni, budaya, dan kreativitas.
Ia menilai festival tidak hanya menghadirkan lomba kuliner, tetapi juga tari kreasi, bertutur cerita, musik akustik, hingga fashion show yang mampu mengembangkan bakat generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang kepada anak-anak untuk menunjukkan talenta mereka. Festival ini membantu mereka mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Papua, khususnya Papua Tengah,” ujarnya.
Titis juga menjelaskan bahwa penampilan fashion show kontingen Kabupaten Nabire dipercayakan kepada siswa SMA Negeri 1 Nabire dan SMA Negeri 2 Nabire. Seluruh konsep busana digarap oleh guru pendamping, Ibu Ririn.
Konsep yang diusung menggabungkan busana adat Papua dengan batik Papua. Para perancang kemudian memodifikasi busana menggunakan ornamen ukiran kayu yang dibentuk menyerupai sayap dan ekor burung cenderawasih sehingga menghasilkan tampilan yang artistik dan modern tanpa meninggalkan identitas budaya Papua.
Melalui berbagai cabang perlombaan tersebut, Kabupaten Nabire berharap para pelajar semakin percaya diri dalam berkarya sekaligus menjadi generasi yang mampu melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. (*)












