Nabireterkini.com || GORONTALO – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Gorontalo menjadi pemateri dalam kegiatan pengkaderan anggota baru Ikatan Mahasiswa Pelajar Nabire, Paniai, Puncak, Dogiyai, dan Deiyai (IMAPENAPANDODE) Gorontalo, (25/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, KNPB Konsulat Gorontalo menyampaikan materi mengenai sejarah perjuangan bangsa Papua Barat kepada mahasiswa dan pelajar asal wilayah Meepago yang sedang menempuh pendidikan di Gorontalo.
Materi yang disampaikan mencakup sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Papua, antara lain Trikora pada 1961, New York Agreement pada 1962, Perjanjian Roma, pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969, serta Proklamasi Papua Barat pada 1 Juli 1971.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KNPB menyampaikan materi tersebut sebagai bagian dari pendidikan sejarah dan politik bagi anggota baru IMAPENAPANDODE. Menurut KNPB, pemahaman terhadap sejarah penting bagi mahasiswa agar mereka dapat memahami berbagai perspektif mengenai persoalan politik Papua.
Dalam pemaparannya, KNPB menjelaskan pandangan organisasi mengenai peristiwa 1 Desember 1961 dan pelaksanaan Trikora pada 19 Desember 1961. KNPB juga membahas New York Agreement yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962 dan melibatkan Indonesia, Belanda, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain itu, materi mencakup Perjanjian Roma, proses pengalihan administrasi Papua, serta persiapan pelaksanaan Pepera 1969.
KNPB menyampaikan pandangan bahwa pelaksanaan Pepera 1969 tidak memenuhi prinsip demokrasi karena hanya melibatkan sejumlah perwakilan masyarakat Papua. Pandangan tersebut menjadi salah satu bagian utama dari materi sejarah yang disampaikan kepada peserta.
Materi selanjutnya membahas Proklamasi Papua Barat pada 1 Juli 1971. KNPB menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari sejarah perjuangan politik Papua Barat.
KNPB Konsulat Gorontalo menekankan bahwa pendidikan sejarah bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai latar belakang sejarah serta berbagai persoalan politik Papua.
“Kader harus mengetahui dari mana kita berasal, apa yang terjadi pada bangsa kita, dan ke mana kita akan melangkah,” ujar pemateri KNPB dalam kegiatan tersebut.
KNPB berharap para kader IMAPENAPANDODE Gorontalo dapat memahami materi sejarah secara kritis dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pendidikan selama berada di tanah rantau. (*)
Penulis : Red
Sumber Berita: KNPB Gorontalo













