Nobar ” Pesta Babi” Di Asrama Puncak Nabire Berjalan Sukses dan Aman. Meki Tebai : Film Pesta Babi Bangkitkan Kesadaran Anak Muda Papua

- Admin

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meki Tebai Inisiator sekaligus MC Nobar film dokumenter

Meki Tebai Inisiator sekaligus MC Nobar film dokumenter "Pesta Babi" di Asrama Puncak Nabire. Rabu (13/5/2026). Dok_Alvi. NT

Nabire, Papua Tengah|| Nabireterkini.com – Suasana Asrama Puncak di Kabupaten Nabire dipenuhi antusiasme ratusan mahasiswa dan masyarakat saat kegiatan nonton bareng (nobar) film Pesta Babi digelar pada 13 Mei.

Meski sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran karena isu pelarangan di sejumlah daerah, kegiatan ini berlangsung tertib dan sukses. Rabu (13/5/2026).

Inisiator kegiatan, Meki Tebai, menyampaikan bahwa kekhawatiran di awal tidak terbukti. Menurutnya, kegiatan berjalan aman karena dilaksanakan sesuai prosedur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di awal saat flyer kegiatan beredar, banyak yang bertanya kepada saya, apakah kegiatan ini aman. Saya katakan, selama kita berjalan sesuai prosedur, kegiatan ini pasti aman. Dan puji Tuhan, hari ini nobar berjalan dengan lancar,” ujar Meki Tebai usai kegiatan.

Ia mengakui, film Pesta Babi memang sempat menimbulkan keresahan di beberapa daerah hingga dilarang pemutarannya. Namun menurutnya, Papua memiliki realitas sosial yang khas, sehingga film ini justru penting untuk ditonton oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

“Papua punya realitasnya sendiri. Justru karena itu, menurut saya film ini wajib ditonton. Hari ini lebih dari 200 peserta hadir mengikuti nobar dan diskusi,” katanya.

Baca Juga:  Polda Papua Tengah Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Tolak Hoaks

Meki berharap kegiatan serupa tidak berhenti sampai di sini.

Ia bahkan merekomendasikan agar pemutaran film dilakukan secara lebih luas melalui layar tancap di ruang-ruang publik agar bisa diakses masyarakat umum.

“Harapan saya, bukan hanya di asrama-asrama mahasiswa, tapi juga di sekolah-sekolah dan ruang publik. Mungkin bisa digelar layar tancap di Taman Isika atau di kawasan pantai, supaya masyarakat luas bisa menonton dan memahami realita yang terjadi hari ini,” ujarnya.

Menurutnya, film ini membuka ruang refleksi bagi anak muda untuk memahami diri, tanah kelahiran, serta realitas sosial yang mereka hadapi.

“Film ini membuat generasi muda sadar bahwa penting menjadi diri sendiri di atas tanahnya sendiri. Bukan hanya bicara soal alam, tapi juga kehidupan sosial, budaya, dan jati diri,” ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan soal alasan pelarangan film di sejumlah tempat, Meki menilai hal itu justru menimbulkan pertanyaan di ruang publik.

“Saya juga bertanya-tanya, kenapa film ini dilarang? Bisa jadi ada oknum-oknum tertentu yang merasa resah. Dari situ publik bisa menilai sendiri, siapa yang sebenarnya merasa terganggu dengan isi film ini,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banggar DPRPT Disebut Rekomendasikan Gubernur ke Aparat, Sony: Kapan Rapatnya?
KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah
Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:57 WIT

Banggar DPRPT Disebut Rekomendasikan Gubernur ke Aparat, Sony: Kapan Rapatnya?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:00 WIT

KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Berita Terbaru